BERITABUANA.CO, JAKARTA — Keputusan Presiden Prabowo Subianto menghapus seluruh utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) para petani Aceh yang terdampak banjir bandang dan longsor mendapat sambutan positif dari konsultan keuangan Asep Dahlan. Menurutnya, langkah ini menunjukkan keberpihakan negara terhadap korban bencana sekaligus memberi ruang napas bagi sektor pertanian yang sedang terpukul.
Asep Dahlan juga pendiri Dahlan Consultant itu, saat dihubungi pada Senin (8/12/2025) menilai penghapusan utang karena situasi force majeure merupakan kebijakan tepat yang selaras dengan prinsip keadilan finansial.
Ia menegaskan, dalam kondisi ekstrem seperti banjir besar yang melanda Aceh, para petani tidak mungkin dapat memenuhi kewajibannya. “Negara hadir pada waktu yang tepat. Kebijakan ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.
Menurut Asep Dahlan, keputusan tersebut juga bisa menjadi contoh penanganan kebencanaan yang lebih humanis, terutama bagi pelaku usaha ultra-mikro dan kecil yang paling rentan. Ia menilai penghapusan utang KUR dapat mempercepat pemulihan aktivitas pertanian, menjaga stabilitas pasokan pangan, dan mengurangi risiko kredit bermasalah di sektor perbankan.
Lebih jauh, pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, menekankan pentingnya pemerintah memastikan proses pendataan penerima manfaat dilakukan transparan dan akurat, agar kebijakan ini tepat sasaran. Ia juga mendorong bank penyalur KUR untuk berkolaborasi aktif dengan otoritas terkait dalam menyelesaikan administrasi penghapusan kredit.
“Keputusan presiden adalah sinyal kuat bahwa mitigasi risiko ekonomi akibat bencana harus mengedepankan empati dan keberlanjutan. Ini langkah strategis yang patut diapresiasi,” kata Asep.
Pemerintah sebelumnya mengumumkan penghapusan seluruh utang KUR bagi petani terdampak bencana di Aceh, dengan pertimbangan bahwa banjir bandang dan longsor yang terjadi termasuk dalam kategori force majeure. Kebijakan ini diharapkan meringankan beban ribuan warga yang kehilangan lahan, hasil panen, dan sumber penghidupan.
Dengan dukungan dari para pakar keuangan seperti Asep Dahlan, keputusan tersebut dinilai memperkuat komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat kecil sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah pascabencana.
Diketahui, kebijakan ini disampaikan langsung saat Prabowo saat meninjau pembangunan Jembatan Bailey di Teupin Mane, jalur vital yang menghubungkan Bener Meriah dan Takengon, Aceh, Ahad (7/12/2025).
Prabowo menegaskan bahwa para petani tak perlu lagi memikirkan cicilan pinjaman maupun kerusakan lahan pertanian mereka. “Utang-utang KUR, karena ini keadaan alam, ya kita hapus. Petani nggak usah kembalikan utang karena ini bukan kelalaian, tapi force majeure,” ujar Prabowo.
Selain penghapusan utang, pemerintah juga akan segera memperbaiki sawah, jaringan irigasi, dan bendungan yang rusak diterjang banjir. Prabowo memastikan pasokan pangan bagi warga tetap aman selama proses pemulihan berlangsung.
“Kalau sawahnya rusak, kita bantu perbaiki. Sementara belum sepenuhnya, pangan akan kita kirimkan. Cadangan kita cukup banyak,” ucapnya. (Ery)







