BERITABUANA.CO, JEMBER– Universitas Negeri Malang (UM Malang) dan Pesantren Skill Nurul Hayat Jember menggelar penanaman bersama 3.000-an bibit pohon di lereng Gunung Argopuro, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Sabtu lalu.
Kegitan ini melibatkan mahasiswa UM Malang dan para santri Pesantren Skill Jember. Penanaman ini sebagai upaya memulihkan kawasan yang rentan deforestasi dan risiko bencana alam.
Program reboisasi ini dipusatkan di dua titik penting: area permukiman warga untuk memperkuat stabilitas ekologis desa, serta lahan-lahan gundul yang selama ini memicu kerentanan lingkungan.
Selain penanaman, kolaborasi ini juga menghadirkan kegiatan edukatif, termasuk implementasi IoT (Internet of Things) sebagai media pembelajaran ekologis bagi santri Pesantren Skill Nurul Hayat Jember. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mengenalkan pemantauan lingkungan berbasis sains kepada generasi muda pesantren.
Tim UM Malang yang terdiri dari Nurul Hidayat, Widy, Hanif, dan Juwita menjadi penggerak utama dalam kegiatan ini. Perwakilan tim, Nurul Hidayat, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata membangun masa depan lingkungan yang lebih baik.
“Reboisasi bukan kegiatan seremonial. Ini adalah bentuk kecintaan terhadap bumi serta langkah mengurangi perubahan iklim dan pemanasan global. Kolaborasi mahasiswa dan santri menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan bisa dikerjakan bersama, berkelanjutan, dan penuh komitmen,” katanya.
Sementara itu,dukungan penuh datang dari Komisioner BNSP, Dr. KH. Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid) sekaligus Pimpinan Pesantren Skill Nurul Hayat Jember. Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan pesantren ini merupakan perpaduan unik antara sains, spiritualitas, dan kepedulian ekologis.
“Reboisasi ini bukan semata penghijauan, tetapi gerakan spiritual-ekologis. Mahasiswa dan santri hadir sebagai khalifah bumi yang menjalankan amanah Tuhan. Dalam fikih ekologi, merawat lingkungan adalah ibadah; setiap bibit yang ditanam adalah doa hidup bagi bumi yang terluka,” ujar Gus Hayid.
Dari pihak UIN KHAS Jember, dukungan datang dari Elina, Ketua HMPS Anisoptera, yang menilai kolaborasi ini sebagai inspirasi bagi mahasiswa dan santri untuk terus menjaga alam.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa UM Malang yang telah menginspirasi kami. Reboisasi ini membuktikan bahwa anak muda hari ini adalah agen perubahan sekaligus pengawas kerusakan lingkungan,” katanya.
Apresiasi turut diberikan masyarakat setempat. Hudhori, Ketua BUMDes Desa Pakis, menyampaikan rasa terima kasih yang besar atas sinergi UM Malang dan Pesantren Skill Nurul Hayat Jember dalam menghidupkan kembali ekosistem desa.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi rangkaian awal gerakan ekologis berkelanjutan dengan melibatkan kampus, pesantren, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lereng Gunung Argopuro.







