BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto memastikan bahwa kehadiran BNN di Kampung Bahari, dan tempat-tempat lainnya, bukan sekadar melakukan tindakan, tapi juga melakukan pemulihan.
Oleh karena itu, Suyudi, meminta kepada warga Kampung Bahari, Jakarta Utara, melaporkan jika mengetahui kasus narkoba ataupun bandar narkoba di wilayahnya.
Mantan Kapolda Banten menyatakan hal tersebut lewat unggahan di akun Instagram resminya seperti dilihat Senin (17/11/2025). Dalam unggahan itu, BNN menegaskan jajarannya tetap hadir di Kampung Bahari sebagai bentuk komitmen melakukan pemulihan.
Suyudi menegaskan bahwa NN menyebut operasi dilakukan bukan hanya penindakan terhadap pelaku, tapi juga pembinaan hingga pemberdayaan warga. Hal itu dilakukan agar situasi kembali aman dan sehat.
Menurutnya, kasus narkoba di Kampung Bahari telah meresahkan warga. Dia meminta masyarakat tidak takut melaporkan kasus narkoba di Kampung Bahari.
“Saya sebagai Kepala BNN Republik Indonesia menyampaikan rasa prihatin atas apa yang selama ini menjadi keresahan masyarakat. Adanya peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di wilayah Kampung Bahari untuk itu dalam kesempatan yang baik ini saya mengimbau untuk sama-sama, bahu membahu, bergandengan tangan, lawan narkoba, jangan pernah takut, laporkan,” ujar Suyudi dalam video yang diunggahnya, Senin (17/11/2025).
Dia mengatakan laporan itu bisa disampaikan secara tertutup kepada TNI-Polri ataupun aparat kelurahan setempat. Dia meminta masyarakat tidak takut melapor.
“Informasikan melalui aparat penegak hukum yang ada di wilayah Kampung Bahari baik Polri, TNI dan juga aparat desa. Berikan informasi secara tertutup, sampaikan siapa bandar-bandar, pengedar yang bermain di Wilayah Kampung bahari untuk itu jangan ada takut, jangan ada rasa takut, rasa khawatir ya, laporkan,” ujarnya.
Dia mengatakan laporan juga dapat disampaikan lewat call center BNN RI di nomor 184 atau WhatsApp 24 jam di nomor 081221675675. Suyudi menjamin seluruh informasi akan ditindaklanjuti.
“Laporkan, insyaallah akan kita lakukan tindak lanjut, kita akan lakukan penindakan. Tapi, semuanya harus kompak, harus kuat, solid bersama-sama. Saya Kepala BNN Republik Indonesia menjamin keamanan masyarakat yang ada di wilayah Kampung Bahari untuk kita bersatu padu menindak para penyalahguna narkoba, para pengedar, para bandar yang jahat, yang ada di wilayah sana,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama aparat penegak hukum lainnya menggelar operasi penindakan narkoba di seluruh Indonesia pada 5-7 November. Kampung Bahari di Jakarta menjadi salah satu target operasi penindakan narkoba.
Para hari pertama penindakan di Kampung Bahari, tim gabungan berhasil mengamankan 18 orang. Dalam penggerebekan itu, BNN mengamankan sabu seberat 159,17 gram, ganja seberat 38,84 gram, dan ekstasi sebanyak 52 butir. Ada juga barang bukti lainnya berupa empat timbangan digital, 16 bong atau alat isap, satu sepeda motor, dan uang tunai Rp 7,6 juta.
BNN kembali menggerebek Kampung Bahari 2 hari kemudian. Hasilnya, BNN menangkap sembilan orang. Barang bukti narkoba yang diamankan antara lain sabu seberat 89.159,42 gram (89 kg), ganja seberat 91,53 gram, dan ekstasi seberat 159 butir. (Kds)





