BERITABUANA.CO, KUPANG – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi meluncurkan Program Pendampingan Siswa, untuk mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi melalui jalur UTBK, TNI/POLRI dan Sekolah Kedinasan Tahun 2025.
Peluncuran program pendampingan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur NTT, bertempat di Aula SMA Negeri 3 Kota Kupang, pada Kamis (27/3/2025).
Melki Laka Lena dalam sambutannya mengatakan, dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat, kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi menjadi satu langkah penting, agar dapat bersaing dan mengembangkan kehidupan yang lebih berkualitas.
“Pendampingan ini, dalam rangka menyiapkan mereka untuk betul-betul paham, minat, bakat, keahlian, kemampuan masing-masing,” kata Laka Lena.
Dikatakan Melki Laka Lena, mereka harus diarahkan dengan baik, apalagi itu bibit-bibit bagus yang tidak boleh sampai salah langkah. Oleh karena itu, para Guru, Orang Tua dan murid yang bersangkutan harus duduk bersama-sama, diskusi dan tentukan yang tepatnya dan yang terbaik itu dimana. Itu tugas kita bersama.
“Melalui program pendampingan yang dilaunching pada hari ini dan sekaligus menjadi salah satu Quick Win kami, kiranya para siswa mendapatkan pemahaman yang komprehensif, serta mental dan fisik yang tangguh,” ungkap dia.
Dengan program ini, tambah Melki Laka Lena, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk mewujudkan impian mereka masuk ke perguruan tinggi negeri, sekolah kedinasan, ataupun menjadi bagian dari TNI/Polri.
“Saya bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, akan terus berjuang untuk menambah kuota anak-anak NTT dalam sekolah kedinasan dan seleksi masuk TNI/Polri,” tegasnya.
Dimana para siswa asal NTT harus dipersiapkan secara lebih optimal baik terkait kedisiplinan, kerjasama tim, serta kemampuan untuk berpikir kritis dan kreatif agar menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan di dunia yang terus berubah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo dalam laporannya mengatakan Quick Win ini merupakan salah satu jawaban dalam menghadapi tantangan pendidikan di Provinsi NTT.
“Program pendampingan ini merupakan salah satu Quick Win dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, dalam menjawab tantangan pendidikan di NTT, dimana tujuannya adalah ingin memastikan pembangunan pendidikan NTT kedepan jauh lebih baik,” ucap Ambros.
Pendampingan akan dilakukan dengan berbagai kegiatan, antara lain dengan melakukan try out, bekerja sama dengan MKKS Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA/SMK se-NTT, bekerja sama dengan Ruang Guru, TNI/Polri, serta kampus-kampus yang ada di NTT,” jelas Ambros.
“Sesuai dengan pemetaan minat kelas XII yang sudah dilakukan, tercatat sebanyak 13.523 siswa dengan beragam minatnya dan yang tersebar di dalam minat tes masuk perguruan tinggi sebanyak 7.197 siswa, masuk ke dalam sekolah kedinasan sebanyak 1.845, tes masuk TNI, 3.171 siswa dan masuk Polri, 1.310 siswa,” terang Ambros. (*/iir)







