Persidangan Ke-53 : Sinode GMIT Siap Jadi Mitra Dalam Semangat Ayo Bangun GMIT Bangun NTT

by
Para undangan yang menghadiri persidangan Majelis Sinode GMIT ke-53. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) kembali menggelar Persidangan Majelis Sinode (PMS) ke-53, sebagai momentum merumuskan arah dan strategi pelayanan, di tengah tantangan sosial.

Dengan mengusung sub tema Menghidupi ibadah yang berkeadilan, penuh kesetiaan, saling mengasihi, dan merangkul perbedaan (1 Timotius 6:11).

“Persidangan ini bukan sekadar forum administratif, tetapi merupakan ruang refleksi teologis dan aksi nyata bagi gereja,” tegas Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel Pandie, di Gedung Sinode GMIT NTT, Senin (10/2/2025).

Sejalan dengan pemikiran teolog misi David Bosch, kata dia, persidangan gereja adalah kesempatan untuk mendengarkan suara Tuhan, dan merespons panggilan-Nya dalam konteks zaman.

“Persidangan ini menjadi wadah bagi GMIT, untuk membangun ekosistem persaudaraan, yang memperkuat jaringan gereja dalam menjawab berbagai tantangan sosial,” ujar Pdt. Samuel Pandie.

Tantangan sosial, kata Pdt. Samuel Pandie, eperti stunting, kemiskinan ekstrem, perubahan iklim, dan pembangunan daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

“Lima pilar utama yang akan menjadi fokus pembahasan dalam persidangan ini, meliputi Tata Kelola Pendidikan,Tata Kelola SDM & Digitalisasi, Pengembangan dan Pemberdayaan Aset, Penguatan Data dan Kelengkapan Sarana Prasarana, serta Pengajaran & Penginjilan Hp listrik,” terang dia.

Dikatakan Pdt. Semuel Pandie, pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung transformasi pelayanan gereja, yang berorientasi pada aksi nyata bersama pemerintah dalam mendukung pembangunan kedepan.

“Sebagai bagian dari upaya digitalisasi dan peningkatan pelayanan, GMIT juga meluncurkan beberapa inisiatif strategis,” tambahnya.

Diantaranya, papar Pdt. Samuel Pandie, . Aplikasi Beta GMIT, Peluncuran Buku Refleksi Satu Tahun Melayani, Peluncuran BLK Komunitas Multi Media dan MoU bersama Bank Indonesia wilayah NTT,’ jelas dia.

Hadir dalam persidangan ini berbagai pemangku kepentingan, , Gubernur & Wakil Gubernur terpilih Melki Lakalena dan Johny Asadoma, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, Ketua DPRD Provinsi NTT, Kepala Bank Indonesia Wilayah NTT, Wakil Ketua Komisi 5 DPRD NTT, Winston Rondo, Mohammad Ansor, Merleni UN dan beberapa anggota lainnya, Walikota Kupang terpilih Christian Widodo, Bupati Kupang terpilih Yos Lede, akademisi, dan perwakilan perguruan tinggi, serta 57 Ketua Majelis Klasis GMIT. (iir)