BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kader PDI P menghadiri peringatan hari lahir (harlah) Taufiq Kiemas sekaligus acara refleksi akhir tahun di sekretariat DPP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), di Kalibata, Jakarta Selatan pada Senin(30/12/2024) malam. Ada sekitar 150 orang yang hadir di acara tersebut.
Taufik Kiemas yang pernah menjadi Ketua MPR RI tersebut diketahui sebagai tokoh dan penggagas pendirian Bamusi, organisasi sayap keagamaan dari DPP PDI P. Taufiq, yang lahir dari keluarga Masyumi dan besar sebagai aktivis GMNI itu dinilai sebagai jembatan dari berbagai kelompok kepentingan di Indonesia.
“Beliau adalah tokoh nasionalis sejati yang menjadi teladan bagi kita semua,” kata Sekjen DPP Bamusi, Irvansyah Asmat dalam keterangannya yang dikutip Selasa (31/12/2034).
Taufiq yang selama masa hidupnya lebih dikenal dengan TK lahir di Bandar Lampung, 31 Desember 1942 dan meninggal dunia pada 8 Juni 2013.
Sementara itu, Ketua Bamusi Abidin Fikri, yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, mengatakan bahwa saat kecil dan remaja ia mempelajari biografi dan pikiran-pikiran Bung Karno. Dan dalam diri Taufiq lah pikiran-pikiran Bung Karno itu nampak nyata dalam kehidupan dan praktik politik sehari-hari.
“Kita tahu Bung Karno dari buku. Dan Pak Taufiq adalah manifestasi nyata ajaran Bung Karno,” kata Abidin.
Ditempat yang sama, Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDI Perjuangan, Bonnie Triyana menyatakan, aksi politik harmonis Taufiq Kiemas ini bukan seperti raja feodal di masa silam yang berbasis pada penaklukan. Melainkan pada konsolidasi semua kelompok.
“Politik keseimbangan Pak Taufiq ini bukan mau menghancurkan, tapi merangkul,” kata Bonnie.
Wakil Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Sigit mengatakan bahwa Taufiq Kiemas mampu mengorkestrasi semua kekuatan politik di Indonesia, baik kelompok nasionalis maupun kelompok Islam, menjadi irama yang indah dan dinamis.
Tak ketinggalan, Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Wanto Sugito mengaku, merasakan betul bagaimana Taufiq Kiemas mengajak aktivis dan kader bangsa untuk bergabung di dalam PDI Perjuangan.
Taufiq, selain memiliki perhatian pada semua kader muda, juga merupakan sosok yang inklusif dan egaliter yang bukan hanya menyatukan kelompok elit melainkan terbiasa terlibat penuh dengan kondisi masyarakat bawah.
Hal yang sama disampaikan Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) sekaligus keponakan Taufiq Kiemas, Narendra Kiemas. Ia mengatakan bahwa Taufiq Kiemas merupakan sosok komunikator baik, yang saat ini masih sangat sulit ditemukan lagi di PDI Perjuangan.
Wartawan senior sekaligus editor buku biografi Taufiq Kiemas, Imran Hasibuan yang hadir di acara itu, menilai belum ada tokoh sekelas Taufiq Kiemas untuk saat ini. Inklusivitas dan kedermawanan Taufiq juga bermula dari pengalaman hidup yang sangat berwarna. (Asim)







