BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok/PTP Non Petikemas, Sub Holding Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang mengelola 11 cabang dilingkungan Pelindo Regional 2 mengklaim sudah memenuhi target pencapaian dalam melayani bongkar muat kargo selama tahun 2024, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Walaupun baru tercapai 50% karena keterbatasan peralatan dan sdm, namun PTP Non Petikemas telah berhasil menghandle bongkar muat non kontainer 4.000 Ton di Pelabuhan Tg. Priok dalam sehari dan Pelabuhan Teluk Bayur mencapai 6.382 Ton/Ship/Day,” ungkap Direktur Utama PTP, Indra Hidayat Sani saat diskusi jelang akhir tahun yang dikemas dalam ‘Media Relation PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dengan awak media termasuk beritabuana.co yang tergabung dalam Indonesia Port Editors’ Club (IPEC)’, di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (12/12/2024).
Kendati telah meraih market share sebanyak itu, jelas Indra, pihaknya tetap ingin bersinergi dengan perusahaan bongkar muat (PBM) yang telah eksisting di pelabuhan maupun dengan mitra stakeholder lainnya.
Ia menyebutkan, indikator pencapaian produktivitas Ton/Ship/Day di sejumlah pelabuhan yang dikelola juga semakin membaik, seperti di Pelabuhan Bengkulu, Pelabuhan Cirebon dan Pelabuhan Panjang
Indra Sani menegaskan, sesuai dengan UU No:66/2024 Tentang Perubahan ke Tiga UU No:17/2008 Tentang Pelayaran, bahwa PTP akan bermitra dengan perusahaan bongkar muat (PBM), dengan memperkuat layanan dermaga multipurpose/konvensional.
Dikatakan, kemitraan PBM dan PTP itu juga terkait dengan komitmen ketercapaian produktifitas termasuk pemanfaatan alat utama existing Pelindo, komitmen penerapan K3 (Health, Safety & Security), serta komitmen Pemanfaatan fasilitas pelabuhan atau pemeliharaan aset dermaga.
“PTP komitmen dalam mendukung kelancaran arus barang dan logistik dari dan ke pelabuhan. Karena pelabuhan hanya salah satu mata rantai dalam sistem logistik tersebut,” tandas Indra, seraya menyebutkan ada tiga komponen utama yang berkontribusi dalam menentukan besaran biaya logistik, yakni biaya transportasi dan pergudangan, inventory dan administrasi. (Yus)







