Persani – Plan Paparkan Hasil Monitoring Participatory Action Research

by
Persani gandeng Plan dampingi kelurahan dalam memberdayakan penyandang disabilitas. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Perkumpulan Tuna Daksa Kristiani (Persani) NTT didukung Plan Internasional Indonesia paparkan hasil monitoring Participatory Action Research (PAR), yang dilaksanakan di empat kelurahan di Kota Kupang.

“Empat kelurahan yang jadi project kami yakni Oebufu, Naioni, Nefonaek dan Maulafa ujar Ketua Persani NTT, Serafina Bete disela-sela kegiatan workshop Pemaparan Hasil Monitoring di Hotel Neo Kupang, Jumat (6/9/2024).

Dikatakan Srafina Bete, project ini untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi selama satu tahun, baik kepada penyandang disabilitas maupun pengurus PKK, yang ada di kecamatan atau kelurahan tersebut.

“Memang banyak hal yang kita dapatkan, ada yang positif maupun negatif. Jadi ada yang perkembangannya bagus, ada yang masih belum baik,” kata Serafina Bete.

Serafina Bete mencontohkan, dari empat Kelurahan yang didampingi itu, tidak semua membentuk forum disabilitas kelurahan.

“Memang dari empat kelurahan tersebut, baru Kelurahan Nefonaik yang sudah ada forum Disabilitas, tapi sampai saat ini belum ada SK. Tiga kelurahan lain sudah ada niat untuk pembentukan,” tambah dia.

Untuk pendataan, kata Serafina Bete, mulai ada perencanaan dan sudah mulai dilakukan pendataan penyandang disabilitas dari kelurahan dan kecamatan, walaupun belum ada kebijakan secara khusus, terkait dengan hak-hak penyandang disabilitas.

“Kita sudah edukasi , sudah memberikan pemahaman terkait dengan penyandang disabilitas, sehingga baik camat maupun lurah ataupun ibu-ibu PKK selama berproses, mereka mulai punya program-program, yang mereka ingin melibatkan penyandang disabilitas,” akunya.

Dijelaskan dia, memang setiap project kalau hanya satu tahun, tidak mungkin kelihatan hasilnya harus sesuai rencana, sehingga harus berproses lebih lama.

“Walaupun perubahannya sangat kecil, bagi Persani dan Plan itu sudah luar biasa. Misalnya teman-teman disabilitas yang dulunya tidak percaya diri, malu-malu dan minder, tapi sekarang mereka sudah bisa jadi narasumber atau moderator,” papar dia.

Untuk itu, tambah Serafina Bete, keempat kelurahan tersebut akan dijadikan pilot project bagi kelurahan-kelurahan lain di Kota Kupang.

Pada kesempatan tersebut, Camat Kota Lama, Yanto Djalil mengajak teman-teman penyandang disabilitas, harus selalu semangat, dan hilangkan rasa rendah diri atau minder untuk bisa berkumpul dengan masyarakat lain.

“Kita semua sama, jangan pernah merasa bahwa teman-teman berbeda dengan masyarakat lainnya. Mari kita membangun Kota Kupang bersama-sama ke arah yang lebih baik,” ajak yanto Djalil. (iir)