Masa Purnabakti, Kaban Yulius Umbu Hunggar Pamit dengan Wartawan

by
Kaban Karantina Pertanian Klas I Kupang, Yulius Umbu Hunggar foto bersama dengan wartawan di hari terakhir masa jabatannya. (Foto : iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Memasuki masa Purnabakti, Kepala Badan Karantina Pertanian Klas I Kupang, Yulius Umbu Hunggar pamit kepada awak media, yang selama ini menjadi mitra.

“Hari ini, hari terakhir saya menjabat sebagai Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, dan mulai besok sudah menjadi masyarakat biasa,” tegas Yulius Umbu Hunggar saat menggelar acara ramah tamah dengan wartawan, di kantornya, Senin (31/7/2023).

Yulius Umbu Hunggar mengungkapkan apresiasinya kepada semua staf Karantina serta wartawan, yang senantiasa membantu mempublikasikan informasi-informasi akurat, terkait Karantina kepada masyarakat luas.

“Kerja dan perjuangan bukan di lihat dari masa jabatan semata-mata, akan tetapi bagaimana kita bisa terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” papar Yulius Umbu Hunggar. .

Dengan merendah, Yulius Umbu Hunggar mengaku selama kepemimpinannya, baru sedikit yang dia mampu bangun, seperti kandang permanen yang bisa menampung sebanyak 1.200 ekor sapi, serta di lengkapi dengan infrastruktur kandang yang baru.

“Selain itu di Waingapu Sumba Timur juga sudah di buat Laboratorium Representatif, sehingga bisa lebih menghemat dana, untuk memperoleh diagnosa laboratorium dan waktu, juga untuk memperoleh hasil uji lab dapat lebih cepat diperoleh,” tambahnya.

Pihaknya juga telah membangun manajemen yang bersih dan berintegritas, tidak ada korupsi dan Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN), yang merupakan awal yang baik, untuk memberikan sumbangsih terbaik kepada masyarakat.

“Semua yang kita kerjakan adalah untuk kesejahteraan masyarakat, baik dari segi ekonomi dan perkembangan komoditas peternakan yang berkualitas di NTT, dan ini merupakan komitmen bersama kita,” harap Yulius Umbu Hunggar.

Dirinya mempunyai rencana kedepannya, yaitu ingin membangun peternakan dari sektor kewirausahaan, dan berencana pula untuk bisa masuk ke tataran politik praktis, misalnya seperti menjadi caleg, agar masyarakat dapat lebih merasakan sumbangsih dari kinerja positif, serta perjuangan nya untuk kesejahteraan masyarakat. (iir)