Di Puncak Bulan Bung Karno, Megawati Minta Jangan Samakan Marhaen dengan Komunis

by
Ketum DPP PDI P Megawati Soekarnoputri. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDI P) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya pada acara puncak Bulan Bung Karno di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (24/6/2023). Megawati mengingatkan agar tak menyamakan Marhaen dengan paham komunis.

Awalnya, Megawati menceritakan Presiden ke-1 RI Sukarno yang bertemu dengan seorang petani bernama Marhaen di wilayah Jawa Barat. Pada saat pertemuan itu, Bung Karno mendapatkan penjelasan bahwa produksi pertanian yang dilakukan Marhaen dilakukan seluruh secara sendiri.

Megawati kemudian mengingatkan Marhaen berbeda dengan paham komunis. Marhaenisme dikembangkan oleh Bung Karno semasa kepemimpinannya.

“Jadi jangan dikatakan kalau saya bilang Marhaen itu lalu komunis,” kata Megawati.

Megawati juga menyinggung soal Pancasila yang menurutnya sempat diredupkan. Megawati mengingatkan kader PDI P untuk belajar terus soal Pancasila.

“Pada waktu yang lalu pun, Pancasila sepertinya diredupkan, dipelesetkan. Padahal itu adalah, makanya harus semua namanya anggota PDI P itu belajar namanya Pancasila pada 1 Juni,” imbuhnya.

Ditengah pidatonya, Megawati Soekarnoputri mengungkap alasan pengumuman Ganjar Pranowo sebagai bakal capres dari PDI P dilakukan pada Hari Kartini. Dia mengatakan perempuan Indonesia punya peran penting.

“Pada tanggal 21 April 2023, saya ndak ngomong sama siapa-siapa, hanya saya ‘gender’. Bertepatan dengan hari lahir Ibu Kartini saya telah menetapkan saudara Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan,” ujar Megawati.

Dia kemudian bercerita alasan memilih Hari Kartini sebagai momen pengumuman capres PDI P. Dia menyebut sejarah perjuangan perempuan sudah dilakukan jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Kenapa toh kok saya ambil Hari Kartini? Karena saya kadang-kadang kesal. Kesalnya apa? Lah, kalau lihat sejarah, makanya belajar sejarah. Peran perempuan itu, sebelum merdeka loh,” ucap Megawati.

Megawati kemudian menyebut nama sejumlah pahlawan perempuan mulai dari Nyi Ageng Serang, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dien, RA Kartini hingga Dewi Sartika. Megawati juga bicara soal perjuangan Fatmawati Sukarno.

“Bu Fatma itu yang melahirkan saya ini,” ucap Megawati. (Asim)