KMI Turut Serta Membumikan Nilai-Nilai Pancasila ke Masyarakat Lewat Diskusi

by
WhatsApp Image 2021-06-10 at 13.51.10
Diskusi KMI.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Homaidi menyebutkan bahwa sejak Indonesia memasuki era reformasi, Pancasila seolah-olah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tidak lagi relevan untuk disertakan dalam dialektika kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan, Pancasila seperti tersandar di sebuah lorong sunyi di tengah denyut kehidupan bangsa Indonesia yang semakin hiruk-pikuk dengan demokrasi dan kebebasan berpolitik.

“Pada titik inilah, Kaukus Muda Indonesia (KMI) sebagai elemen kepemudaan mendukung dan mengapresiasi pidato Presiden soal pentingnya memperkokoh nilai-nilai Pancasila di tengah menguatnya rivalitas ideologi-ideologi transnasional radikal,” kata Edi Homaidi melal

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2021 kemaren, menegaskan bahwa perlu kewaspadaan terhadap derasnya arus dan ancaman ideologi radika-transnasional yang dapat mengancam integrasi dan keutuhan negara.

Karena itu, menurut Presiden Jokowi, tantangan membumikan Pancasila kedepan tentu lebih kompleks sebab dengan derasnya arus informasi dan jagat digital kerap dimanfaatkan sebagai instrumen menyebar kontenkonten yang radikal-ekstrem.

“Artinya, meskipun kita telah disatukan dalam satu tarikan nafas (Pancasla), tapi kita perlu menjaga dan mengantisipasi pelbagai bentuk ancaman dan rivalitas antarideologi transnasional dengan menjadikan ruang digital sebagai alat mempropaganda, menebar kebencian, dan menyebar paham-paham takfiri radikal,” kata Kepala Negara.

Melanjutkan pernyataannya, Edi Homaidi mengatkan, sebagai obyek dan target penyebaran ideologi takfiri transnasional, maka selayaknya apabila KMI turut serta ambil peran membumikan nilai-nilai Pancasila kepada semua lapisan masyarakat terutama anak-anak muda millenial dengan pelbagai pendekatan. Sehingga tidak mudah terbawa arus ideologi transnasional sebagai paham impor yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Cara yang kita lakukan adalah mendiskusikannya dengan para narasumber yang berkompeten dibidangnya. Mengambil tema ‘Memperkokoh Nilai-Nilai Pancasila di Tengah Menguatnya Rivalitas Antarideologi di Era Disrupsi’, kita berharap masyarakat akan mendapat pencerahan,” ucap eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Diskusi itu sendiri akan digeler secara webinar pada hari Jumat, 11 Juni 2021, Moch Thoha akan menyampaikan kata sabutan. Sedang para pembicara masing-masing; Ketua Komisi VIII DPR RI dari F-PAN, Yandri Susanto, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, Pengamat terorisme, Harus Amir Falah, Moch Eksan (intelektual muda NU), Raihan Aryatama (Ketum PB HMI), dengan Wasil selaku moderator. (Jimmy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *