Keberadaan Paing Takhon, Model Ganteng Myanmar yang Ditangkap Puluhan Tentara Belum Diketahui

by
Paing Takhon (Foto: Ist)

BERITABUANA.CO. JAKARTA– Penangkapan model dan aktor populer Myanmar, Paing Takhon, oleh aparat keamanan langsung mengundang perhatian banyak khalayak, bahkan hingga di luar negeri. Saat ini keberadaannya belum diketahui.

Paing diketahui memiliki jutaan fans di Myanmar, Thailand, dan negara-negara lain.

Akun pribadi Paing di media sosial telah ditutup bersamaan dengan kabar penangkapannya.

Pria berusia 24 tahun itu secara terbuka menentang pemerintah militer Myanmar, yang melakukan kudeta pada 1 Februari lalu.

Dia terlihat ikut berdemonstrasi di jalan serta menggalang protes anti-kudeta lewat media sosial.

Sejak melancarkan kudeta, militer Myanmar gencar menangkap para pemrotes dan aktivis.

Aparat keamanan pun belakangan ini juga meringkus para selebriti atau tokoh-tokoh berpengaruh lainnya yang anti- kudeta.

Menurut pengakuan adik Paing Takhon, aparat keamanan sampai mengerahkan sekitar 50 tentara dan delapan truk militer untuk menangkap abangnya.

Paing turut dalam setidaknya dua kali demonstrasi, bergabung dengan para pemrotes.

Kehadiran dia tak pelak mengundang perhatian khalayak sehingga aksinya diabadikan lewat lensa kamera.

Salah satunya dalam aksi unjuk rasa pada 11 Februari lalu. Saat itu Paing berdemonstrasi bersama rekan-rekannya menentang kudeta militer di depan gedung Kedutaan Besar China di Yangon.

Dalam demo itu, dia mengenakan baju cheongsam warna merah, yang merupakan pakaian tradisional masyarakat China.

Demonstrasi itu berlangsung sehari sebelum hari perayaan Imlek.

Paing pun menunjukkan beberapa poster tuntutan. Bertuliskan bahasa Mandarin dan Inggris, salah satu poster itu menyerukan “Dukung Myanmar!!! Jangan dukung diktator!!!”

Pesan itu sengaja ditulis juga dalam bahasa Mandarin bisa jadi agar dibaca oleh para diplomat China.

Seminggu sebelumnya, di New York, China menggunakan hak veto untuk menggugurkan resolusi agar Dewan Keamanan PBB mengencam kudeta militer di Myanmar.

Tidak hanya itu, Paing pun memamerkan selebaran kertas yang bertuliskan dalam bahasa Inggris. “Polisi menembak perempuan (mahasiswi) berusia 19 tahun, yang tidak melanggar garis peringatan yang dibuat polisi,” demikian tulisan itu yang diakhiri dengan tagar #penjahatperang.

Pekan berikutnya, pada 17 Februari, Paing juga turun ke jalan. Tetap di Kota Yangon dengan lokasi yang berbeda.

Kali ini, dia berpakaian layaknya seorang pendemo yang siap menghadapi bentrokan dengan aparat.

Dia mengenakan pakaian serba hitam dengan sarung tangan dan helm di kepala. Terlihat pula masker gas yang menggantung di lehernya beserta kacamata pelindung yang menempel di helm.

Sebuah tayangan video menunjukkan saat pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke para pemrotes, dan Paing dikabarkan saat itu ada di garis depan.

“Dia tidak saja aktor, model, dan penyanyi, namun juga pahlawan kita,” tulis seorang fan di laman penggemarnya, seperti yang dikutip kantor berita Reuters.

“Saat aparat menembakkan peluru tajam, dia lari bersama kami dan tidak menyerah. Dia lalu bertanya kepada temannya di akhir video, ‘Ke mana kita harus pergi selanjutnya?'”

Sejak itu berita mengenai Paing tidak lagi muncul hingga kabar penangkapannya. Belum ada laporan di mana dia ditahan.
Menurut adiknya, Thi Thi Lwin, kepada Reuters, kakaknya ditangkap Kamis pagi sekitar pukul 04.30 di rumah orang tua mereka di Yangon. Paing sudah tinggal di sana selama beberapa hari karena merasa tidak sehat. (efp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *