Habib Aboebakar Minta Pemerintah Merespon Serius Rencana Ijtima Ulama Dunia 2020 di Goa

by
Anggota Komisi III DPR RI dari F-PKS, Aboe Bakar Alhabsyi.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Di tengah pencegahan virus corona atau COVID-19, sekitar 8.000 jemaah tabligh Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia, dikabarkan sudah berkumpul di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia rencananya digelar pada 19 sampai 22 Maret 2020, yang melibatkan peserta dari 48 negara.

Terkait rencana Ijtima Dunia tersebut, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi melalui keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2020) meminta kepada Pemerintah Pusat maupun Daerah, juga Kepolisian untuk merespons serius, mengingat pesebaran covid yang kian masif.

“Meskipun acara sudah dibatalkan oleh pemerintah daerah, namun keberadaan 8 ribu jamaah yang ada di lokasi tentunya memiliki potensi besar terhadap pesebaran corona,” kata Habib Aboebakar sapaan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu.

Diingatkan Habib Aboebalar, belajar dari Malaysia yang sebelumnya juga menjadi tuan rumah kegiatan Tabligh Akbar, akhirnya di sekitar lokasi ditemukan 196 suspect corona.

“Tentunya hal sedemikian tidak ingin kita jumpai di Indonesia. Apalagi pengalaman dari Malaysia, para peserta menyebar ke Masjid-Masjid setelah acara. Tentunya banyak hal yang tidak bisa diprediksi dari kegiatan tersebut,” tambahnya lagi.

Selain itu, Ketua DPP PKS Korda Kalimantan inu juga minta Kapolda Sulsel aktif membantu Pemda setempat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi persoalan ini. Polri, tamah dia, harus memberikan dukungan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, seperti pengamanan, mobilisasi atau bahkan untuk karantina.

“Saya berharap ada sinergi yang baik dengan seluruh institusi terkait, untuk mengambil langkah mitigasi atas persoalan ini,” imbuhnya.

Terakhir, Habb Aboebakar berharap agar Polres Gowa menjadi garda terdepan dalam menjalin komunikasi dengan panitia dan tokoh agama setempat.

“Sehingga langkah mitigasi akan bisa dilaksanakan dengan baik, tanpa menimbulkan keresahan ataupun penolakan,” tutupnya. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *