BERITABUANA.CO, JAKARTA – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, menjelaskan Presiden Prabowo Subianto berhasil membawa pulang capaian kerjasama sebesar Rp 61,25 triliun atas lawatannya dari Perancis.
Keterangan Bakom RI, Sabtu (30/5/2026), memaparkan, Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk ekonomi, investasi, perdagangan, dan pertahanan.
Kunjungan Prabowo ke Prancis itu menghasilkan peluncuran France-Indonesia High Level Business Council yang mempertemukan para pemimpin dunia usaha kedua negara. Gelaran tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan komersial baru.
“Momentum peluncuran dewan bisnis tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai US$ 3,5 miliar atau Rp 61,25 triliun (asumsi kurs Rp 17.500/USD) yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan,” tulis Bakom.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut pembentukan France-Indonesia High Level Business Council menjadi tonggak penting dalam mempererat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Prancis.
Peresmian dewan bisnis tingkat tinggi itu berlangsung pada 28 Mei 2026 dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Biro Pers Media dan Informasi dalam rilisnya menerangkan, bahwa Forum tersebut tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Di dalam forum itu, 30 pemimpin perusahaan dan pelaku industri utama dari kedua negara berkumpul. Secara keseluruhan, perusahaan yang mereka pimpin memiliki kapitalisasi pasar mencapai US$1,3 triliun.
Dewan bisnis itu dipimpin bersama oleh Chair France-Indonesia Business Council MEDEF International yang juga CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Rosan menilai peluncuran dewan bisnis ini juga menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai total US$3,5 miliar. Kesepakatan tersebut mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, hingga kerja sama pertahanan. (Jil)







