Politikus PKB: Solidaritas Sosial Penting Bagi Fondasi Kehidupan Berbangsa

by
Ketua Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. (Foto: KWP)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) MPR RI menekankan pentingnya penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Hal itu, dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rasa saling peduli dan memperhatikan antar sesama merupakan unsur penting dalam menjaga kohesi sosial, terutama di tengah dinamika sosial dan perubahan gaya hidup masyarakat.

“Perasaan saling memperhatikan dan diperhatikan itu penting. Hal ini menjadi fondasi sosial yang kuat untuk menjaga keberadaan bangsa dan negara Republik Indonesia,” kata Ketua Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, dalam keterangan di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Neng Eem menilai bulan suci Ramadan menjadi momentum refleksi bagi masyarakat untuk mengendalikan berbagai keinginan konsumtif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

“Bulan Ramadan memberi jeda bagi kita untuk memikirkan kembali berbagai keinginan tersebut. Salah satu cara agar kita bisa bijaksana dalam menyikapinya adalah dengan berbagi kepada sesama,” paparnya.

Selain penguatan solidaritas sosial, Neng Eem juga mengingatkan pentingnya peran aktivis dan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan ajaran Islam.

Sebagai mantan Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ia mengajak para aktivis untuk tetap kritis dalam menyikapi berbagai perkembangan zaman.

Menurutnya, sikap kritis diperlukan agar generasi muda mampu menjaga komitmen terhadap nilai kebangsaan sekaligus merespons perubahan sosial secara bijaksana.

“Para aktivis harus tetap kritis dalam segala situasi agar tidak mudah terlena dan tidak latah terhadap hal-hal baru,” sebutnya.

“Karenanya, kegiatan keagamaan yang disertai aksi sosial dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya dalam kegiatan iftar dan silaturahmi bertajuk “Munajat Cinta: Khotmil Qur’an, Santunan Yatim, dan Istighosah”. (Jal)