BERITABUANA. CO, JAKARTA- Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa petugas Haji mengemban tiga amanah dalam menjalankan tugasnya. Hal tersebut disampaikan Wamenhaj saat memimpin Apel Gabungan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026) malam.
“Anda mengemban tiga amanah. Pertama amanah dari Allah, karena anda petugas haji melayani tamu-tamu Allah, ” kata Wamenhaj.
“Amanah kedua adalah amanah dari jamaah haji. Seperti Pak Tobroni tadi. Dam, amanah yang ketiga tentu adalah amanah dari negara, ” sambung Wamenhaj Dahnil.
Wamenhaj dalam kesempatan itu bercerita bahwa pernah bertemu seorang jemaah haji dari Lampung Selatan, Bapak Tobroni. Ia mengaku tersentuh atas perjuangan Tobroni dalam menunaikan ibadah haji.
Wamenhaj mengungkapkan bahwa perjuangan Tobroni dalam menunaikan ibadah haji sangat panjang. Dimana, Tobroni mengantri ibadah haji sampai 25 tahun. Tidak hanya itu, Tobroni juga menjual rumah dan sawah untuk pendaftaran awal haji.
“Rumah pribadinya dia jual beserta sawahnya. Kemudian dari hasil penjualan rumah pribadi dan sawahnya itu kemudian dibagikan ke anak-anaknya. Sisanya dia gunakan untuk memberi rumah yang akan dia tempati sendiri lagi, ” katanya.
Kemudian, lanjut Wamenhaj, sisa uangnya dibagikan ke anak-anaknya. Dan, pada saat dipanggil akan berangkat masalah juga masih muncul. Dimana, Tobroni tidak memiliki uang untuk melakukan pelunasan.
“Lantas saya tanya ke Pak Tobroni ini, apa yang bapak lakukan? Akhirnya rumah yang dia tempati itu dia jual lagi. Hasil penjualannya dia gunakan untuk pelunasan,” ujar Wamenhaj mengenang.
Karena itulah, Wamenhaj mengingatkan agar para petugas haji benar-benar melayani jemaah haji seperti Tobroni.
“Kawan-kawan sekalian, para petugas haji. Harapan dan mimpi ke tanah suci orang-orang seperti Pak Tobroni lah yang akan anda layani. Keinginan dan semangat spiritual orang-orang seperti Pak Tobroni lah yang akan anda jaga, ” jelasnya.
“Saya tidak sampai berpikir, bahkan tidak bisa memikirkan. Bagaimana jahatnya kita, kami misalnya pejabat publik, menteri, wakil menteri atau pejabat-pejabat di kementerian haji, kalau sampai tega menghianati orang-orang seperti Pak Tobroni, ” tutupnya. (Fadloli)







