BERITABUANA.CO, JAKARTA – Rapat pleno yang digagas kubu KH Yahya Cholil Staquf batal dilaksanakan setelah jumlah pengurus yang hadir sangat sedikit. Sesuai undangan, rapat dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB, namun hingga pukul 13.30 WIB hanya belasan pengurus yang tampak di lokasi.
Awalnya, banner bertuliskan “Rapat Pleno PBNU” telah dipasang di aula lantai 8. Namun, karena kehadiran yang sangat minim, panitia akhirnya menurunkan banner tersebut dan menggantinya dengan tulisan “Rapat Koordinasi”.
Gagalnya pleno versi Gus Yahya menegaskan bahwa mayoritas pengurus PBNU bersikap konsisten berada di belakang Rais Aam. Para pengurus memahami bahwa kepemimpinan tertinggi di Nahdlatul Ulama berada pada Syuriah.
Keputusan Syuriah PBNU yang menjatuhkan sanksi kepada Gus Yahya dan menetapkan KH. Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum merupakan keputusan yang sah dan mengikat. Karena itu, upaya menggelar rapat pleno oleh kubu Gus Yahya tidak memiliki landasan hukum.(*)







