Zelenskiy Minta Jaminan ala NATO, Negosiasi Perdamaian Kembali Alami Kebuntuan

by
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan negosiator yang membahas inisiatif perdamaian yang ditengahi Amerika Serikat (AS) masih terbagi mengenai masalah wilayah. Hal ini muncul di tengah pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Kyiv dalam menangani kesepakatan tersebut.

Unsur dari rencana perdamaian AS masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut terkait sejumlah isu “sensitif”, termasuk jaminan keamanan bagi negara yang porak-poranda akibat perang serta kendali atas wilayah timur, ujar Zelenskiy, Senin (8/12/2025) waktu setempat.

Ia menegaskan bahwa pembahasan belum mencapai kesepakatan soal Donbas — meliputi provinsi Donetsk dan Luhansk. “Ada pandangan AS, Rusia, dan Ukraina, dan kami belum memiliki pandangan yang sama mengenai Donbas,” kata Zelenskiy seraya menambahkan, Kyiv tengah mendorong kesepakatan terpisah mengenai jaminan keamanan dari para sekutu Barat, terutama dari AS.

Ucapan Zelenskiy muncul beberapa jam setelah Trump mengkritiknya — berbeda dari pujian Trump dalam beberapa hari terakhir atas reaksi Presiden Vladimir Putin terhadap proposal tersebut — dengan mengatakan ia “sedikit kecewa” pada pemimpin Ukraina itu, yang menurutnya belum membaca proposal secara menyeluruh. Sementara itu, Moskow dinilai “tidak keberatan”, ujar Trump kepada wartawan di Washington, Minggu kemarin (7/12/2025).

Pernyataan Zelenskiy menegaskan bahwa masih banyak hal yang perlu disepakati untuk mencapai titik temu. AS pada Jumat menyebut bahwa para negosiator telah menyepakati “kerangka pengaturan keamanan” dengan Kyiv dan membahas langkah untuk mencegah serangan baru, meskipun belum terlihat adanya terobosan besar.

Presiden Ukraina itu mengatakan ia siap terbang ke Washington untuk bertemu Trump, dan menegaskan kembali posisi Kyiv bahwa jaminan keamanan harus berfungsi layaknya mekanisme pertahanan kolektif NATO yang dikenal sebagai Pasal 5. Namun, ia ingin mengetahui apa yang benar-benar siap diberikan para sekutu Barat, seiring negosiator masih menyusun kesepakatan terpisah terkait jaminan tersebut.

“Ada satu pertanyaan yang ingin saya — dan seluruh rakyat Ukraina — dapatkan jawabannya: jika Rusia kembali memulai perang, apa yang akan dilakukan para mitra kami,” ujar Zelenskiy.

Zelenskiy tiba di London pada Senin untuk bertemu Perdana Menteri Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron guna membahas proposal AS.

Sekutu Eropa Ukraina, yang sebagian besar tersisih dari diplomasi yang dipimpin Washington, menunjukkan kegelisahan terhadap inisiatif yang dinilai cenderung menguntungkan Moskow. Trump mengirim utusan khususnya, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, untuk merampungkan proposal melalui pembicaraan di Moskow. Sementara itu, pejabat Ukraina bolak-balik antara Kyiv, Jenewa, dan Florida.

Meski draf awal yang berisi 28 poin — yang dinilai lebih menguntungkan Rusia — telah direvisi menjadi kerangka 20 poin, masih belum jelas bagaimana Moskow akan dicegah dari kemungkinan serangan lanjutan.

Kremlin menuntut Ukraina menyerahkan wilayah Donetsk yang gagal direbut pasukan Rusia selama hampir empat tahun perang. Zelenskiy dan sekutu Eropa berulang kali menegaskan bahwa gencatan senjata harus diberlakukan berdasarkan garis depan saat ini, menolak tuntutan agar tentara Ukraina mundur.

Elemen lain dari rencana AS mencakup prospek keanggotaan Ukraina di Uni Eropa serta pemanfaatan aset bank sentral Rusia yang dibekukan.

“Kami berbicara dengan AS — dan ini merupakan proses yang konstruktif,” ujar Zelenskiy. “Namun ada pertanyaan yang menyangkut Eropa — dan kami tidak dapat memutuskan untuk Eropa. Kami perlu berdiskusi dengan Eropa mengenai keanggotaan Ukraina di UE, yang juga menjadi bagian dari jaminan keamanan.”

Di London, Zelenskiy akan bertemu pejabat keamanan tertinggi Ukraina, Rustem Umerov — yang telah bertemu Witkoff dan Kushner akhir pekan lalu — untuk menerima penjelasan detail. Ia kemudian akan bertolak ke Brussels pada Senin dan menuju Roma pada Selasa untuk bertemu dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

“Setelah itu, kami akan memiliki visi bersama untuk pembicaraan yang akan datang. Dan saya siap terbang ke AS apabila presiden siap untuk pertemuan tersebut,” ucap Zelenskiy. (Red)