Dihadapan DPR, Mentan Amran Blak-blak Telah Merealisasikan Anggaran Rp 22,53 Triliun

by
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kementerian Pertanian sudah merealisasikan anggaran untuk tahun anggaran (TA) 2025 per 20 November 2025, mencapai 72,41% atau Rp 22,53 triliun, dari pagu anggaran Rp 31,91 triliun.

“Progres realisasi anggaran Kementerian Pertanian sampai dengan 20 November 2025, dengan E-Katalog dan blokir anggaran mencapai 72,41%. Kami terus berupaya meningkatkan serapan anggaran,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan dalam paparannya di rapat kerja (raker) bersama Komisi IV DPR RI, Senin (24/11/2025).

Amran merasa yakin dan melaporkan ke DPR realisasi penyerapan anggaran hingga Desember 2025 bisa mencapai 93,79%.

“Diproyeksikan realisasi penyerapan sampai Desember 2025 mencapai minimal 93,79%. Optimalisasi pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan dengan tetap menjaga pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan secara global,” lanjutnya.

Terkait Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 2,46 miliar digunakan untuk produksi dan hilirisasi komoditas perkebunan srategis seperti tebu, kelapa, kopi, kakao, mete, lada, dan pala.

Adapun ABT tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produksi komoditas perkebunan unggulan tersebut.

“Karena yang bersumber ABT merupakan Tindakan atas arahan Bapak Presiden secara langsung kepada Kementerian Pertanian, agar segera meningkatkan produksi komoditas perkebunan strategis, melalui program pengembangan Kawasan, penguatan pembenihan tanaman perkebunan, dan dukungan manajemen strategis lainnya,” jelasnya.

Adapun realisasi anggaran terbesar dibukukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan yang mencapai Rp 3,41 triliun atau 93,82% dari pagu anggaran sebesar Rp 3,63 triliun. Selain itu, Kementan juga telah melakukan transformasi pangan berkeadilan dengan cara meningkatkan produksi an kesejahteraan petani.

“Kementerian Pertanian telah melakukan transformasi pangan berkeadilan dengan focus pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani melalui 5 bidang yakni kebijakan dan regulasi, peningkatan sarana-prasarana, peningkatan produksi, peningkatan sumber daya manusia, dan peningkatan tata Kelola,” ujar Amran.

Lebih rinci, peningkatan tersebut meliputi refocusing efisiensi anggaran sebesar Rp 1,7 triliun, deregulasi 145 aturan pupuk bersubsidi, penerbitan 17 Peraturan Presiden (Perpres) dan Instruksi Presiden (Inpres) soal penyuluh, irigasi dan lain-lain, penyesuaian harga pokok penjualan (HPP) dan harga eceran tertinggi (HET) beras dan jagung, penyerapan beras oleh Bulog.

Berikutnya peningkatan pupuk sebesar 4,82 juta ton, perbaikan irigasi seluas 2,3 juta hektare (ha), peningkatan alat dan mesin pertanian (Alsintan), pemenuhan benih unggul sebesar 74,4%, intensifikasi berupa optimalisasi lahan sebesar 848.000 ha dan pompanisasi 1 juta ha, ekstensifikasi berupa cetak sawah seluas 225.000 ha dan padi gogo seluas 253.100 ha, dan transformasi pertanian modern.

Berikut Realisasi Anggaran Kementan 2025:

1. Sekjen Rp 1 triliun

2. Irjen Rp 104 miliar

3. Ditjen Tanaman Pangan Rp 3,4 triliun

4. Ditjen Hortikultura Rp 292 miliar

5. Ditjen Perkebunan Rp 1,3 triliun

6. Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp 1,1 triliun

7. Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp 7,1 triliun

8. Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Rp 6,5 triliun

9. Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Rp 729 miliar

10. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Rp 764 miliar. (Kds)