BERITABUANA.CO, JAKARTA – Universitas Bung Karno (UBK) dengan visi menjadi universitas berkualitas dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa yang berdasarkan Pancasila senantiasa aktif dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk itu, pada Selasa (24/5/2022) bertempat di Aula Fatmawati Soekarno dilaksanakan acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Kuliah Umum dengan mengusung tema ‘Mencegah Intoleransi, Terorisme dan Radikalisme Masa Kini dan Yang Akan Datang’.
Acara dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komisaris Jenderal Polisi Dr.Drs. Boy Rafly Amar, M.H., beserta jajarannya. Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno, M. Marhaendra Soekarno, S.H., M.H., Rektor Universitas Bung Karno, Dr. Didik Suhariyanto, S.H., M.H., dan Civitas Akademika UBK.
Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Dr.Drs. Boy Rafly Amar, M.H., dalam kuliah umum memaparkan bahwa kemitraan dengan UBK dan beberapa kampus telah dilakukan dengan maksud agar adanya ketahanan masyarakat kampus dari pengaruh dan paham radikal terorisme yang berbasis kekerasan. Dengan demikian, sambung dia, pengaruh masif dari radikalisme teroris bisa disadari oleh dunia kampus.
“Perang melawan paham radikal terorisme membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama kampus, karena apapun kekerasan dalam kata dan tindakan bertentangan dengan ideologi dan nilai luhur bangsa,” kata Boy.
Lebih lanjut, jenderal bintang tiga itu juga menjelaskan bahwa kampus menjadi bagian terdepan dalam membangun semangat perlawanan terhadap ideologi yang tidak sejalan dengan ideologi bangsa.
“Tugas BNPT adalah mengingatkan semua pihak membangun kesepahaman, kebersamaan melawan ideologi terorisme, karena itu biasanya jika ada kampus yang teridentifikasi bisa diantisipasi atas dasar kerjasama dengan kalangan civitas akademika,” sebutnya.
Oleh karena itu, UBK sebagai perguruan tinggi yang mengajarkan ajaran Bung Karno dalam memahami upaya membangun pemahaman, pengetahuan dan kesadaran untuk semakin lebih tumbuh dan berkembang rasa cinta tanah air serta patriotisme mesti lebih menjangkau pada spektrum masyarakat yang lebih luas.
“Pemahaman spiritual ketuhanan yang lebih berkeadaban dalam turut serta membangun karakter bangsa sesuai cita-cita para Founding Fathers yaitu Pancasila dengan skala yang lebih luas baik secara kompetensi dan kuantitas agar terus lestari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai dan muliakan,” pungkasnya. (Jal)







