BERITABUANA.CO, TANGERANG – Bertempat di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten bersama Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) membahas penguatan kolaborasi strategis pengelolaan lalu lintas (lalin) udara regional Asia Pasifik.
“Pembahasan antara AirNav Indonesia dengan delegasi CAAS itu difokuskan pada pengembangan Air Traffic Flow Management (ATFM), implementasi Cross-Border Extended Arrival Flow Management (FlexMAN), serta modernisasi navigasi penerbangan melalui Minimum Implementation Path (MIP),” ungkap Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno kepada beritabuana.co, Selasa (9/6/2026).
Ia menyebutkan dalam pemaparannya, CAAS menekankan pentingnya penguatan kolaborasi regional melalui pendekatan Regional Air Traffic Management (RATM) yang mengedepankan modernisasi sistem ATM, peningkatan situational awareness, dan collaborative decision making antarpemangku kepentingan navigasi penerbangan kawasan Asia Pasifik.
Capt. Avirianto Suratno menambahkan, AirNav Indonesia menyambut positif langkah ini, menyusul proyeksi pertumbuhan trafik udara Asia Pasifik yang diperkirakan meningkat signifikan dalam dua dekade mendatang. ”Situasi tersebut menghadirkan tantangan baru ke depan, berupa meningkatnya kompleksitas ruang udara, kepadatan trafik, kebutuhan interoperabilitas layanan navigasi penerbangan antarnegara, hingga tuntutan efisiensi dan keberlanjutan operasional penerbangan,” ujarnya.
Sehubungan dengan itu, lanjutnya, salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah keterlibatan AirNav Indonesia dalam APAC Traffic Flow Coordination Call (TFCC), yaitu forum koordinasi regional ATFM yang bertujuan memperkuat pertukaran informasi trafik, kondisi cuaca, prediksi kepadatan ruang udara, serta pengaturan arus lalu lintas udara lintas negara secara lebih terintegrasi.
Selain itu, tambah Capt. Avirianto, kedua pihak juga membahas pengembangan FlexMAN untuk mendukung pengaturan kedatangan pesawat lintas batas negara secara lebih efisien melalui koordinasi sequencing dan pengendalian arus trafik sejak fase upstream. Implementasi konsep ini diharapkan mampu meningkatkan prediktabilitas kedatangan pesawat, mengurangi kepadatan terminal airspace, meningkatkan efisiensi penggunaan ruang udara, serta menekan konsumsi bahan bakar penerbangan.
Capt. Avirianto menegaskan, kolaborasi regional menjadi faktor penting dalam membangun sistem navigasi penerbangan yang adaptif terhadap pertumbuhan trafik udara dan tantangan operasional masa depan.
“Pengelolaan lalu lintas udara ke depan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi regional yang kuat, interoperabilitas sistem, serta penguatan koordinasi lintas negara agar ruang udara Asia Pasifik dapat dikelola secara lebih aman, efisien, dan berkelanjutan,” ucapnya melalui Corporate Secretary Soegijantoro.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, kemarin, delegasi CAAS turut meninjau Indonesia National Air Navigation Center (INMC) sebagai pusat okestrasi layanan navigasi yang dikelola AirNav Indonesia, serta mengunjungi lokasi New Jakarta Air Traffic Service Center (New JATSC) yang tengah melakukan finalisasi pengimplementasian sistem Air Traffic Management System (ATMS
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno turut didampingi Direktur Operasi Setio Anggoro dan Direktur Teknik AirNav Indonesia Zainal Arifin Harahap. Sementara delegasi CAAS dipimpin Senior Director NextGen Programme Office Tan Kah Han, Director ANS Engineering Loo Chee Beng, Deputy Director ANS Planning & Development Carol Teo, serta Deputy Director ANS Planning & Development Joel Ng. (Yus))







