BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga meminta Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto memperkuat pembersihan internal Polri dari anggota yang terlibat, membantu, membekingi, atau memberikan perlindungan terhadap jaringan narkotika dan judi online.
Desakan tersebut disampaikan menyusul resmi bergantinya pucuk pimpinan Polri dari Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kepada Suyudi, yang dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026).
Mangihut menilai pemberantasan narkotika dan judi online tidak akan maksimal jika masih ada celah di dalam tubuh Polri yang dimanfaatkan untuk melindungi jaringan kejahatan. Karena itu, pembenahan internal harus berjalan beriringan dengan penindakan terhadap pelaku kejahatan di luar institusi.
“Komitmennya harus tegas, siapa pun yang terlibat harus ditindak sesuai hukum. Jangan sampai pemberantasan kejahatan justru terganggu oleh oknum dari dalam institusi sendiri. Pembenahan internal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pemberantasan narkotika dan judi online,” kata Mangihut dalam keterangan persnya, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, ukuran keberhasilan Polri bukan semata-mata banyaknya kasus yang berhasil diungkap. Lebih jauh, Polri harus mampu memutus mata rantai kejahatan, mencegah narkotika dan judi online menyasar generasi muda, serta memastikan masyarakat merasakan kehadiran aparat dalam menjaga keamanan.
“Kita membutuhkan generasi yang sehat, produktif dan memiliki masa depan. Karena itu, melindungi anak-anak dan generasi muda dari narkotika dan judi online adalah bagian dari tanggung jawab negara,” tegasnya.
Mangihut menekankan, kepercayaan publik terhadap Polri harus dibangun melalui tindakan yang terukur dan konsisten. Ketegasan terhadap kejahatan, termasuk terhadap oknum internal yang terlibat, menurutnya menjadi bagian penting dalam menjaga integritas institusi.
“Harapan kita sederhana, Polri semakin dekat dengan masyarakat, cepat merespons, tegas terhadap kejahatan, tetapi tetap humanis dan menjunjung hukum serta hak masyarakat. Polisi harus hadir, dipercaya dan dirasakan manfaatnya ke depan,” pungkasnya. (jim)







