Duka di Jayawijaya: 3 ASN Dinas Pertanian Gugur Ditembak KKB Saat Tinjau Cetak Sawah

by
Senjata laras panjang. (Ilustrasi/Foto: IG)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kabar duka datang dari Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang menjalankan tugas negara gugur setelah menjadi korban kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Peristiwa berdarah itu terjadi di ruas jalan Distrik Muliama, pada Rabu (9/9/2026) sore sekitar pukul 15.53 WIT. Saat itu, rombongan berjumlah 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk melakukan peninjauan program cetak sawah. Di tengah perjalanan, rombongan tiba-tiba diberondong tembakan.

“Berdasarkan penyelidikan, aksi penembakan diduga dilakukan oleh KKB dari wilayah Nduga yang berjumlah sekitar delapan orang,” ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, Rabu (9/9/2026).

Tiga pegawai dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Mereka adalah WB (24), AR (49), dan AAM (35). Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Kamis (10/9/2026) dan kini telah mengantongi ciri-ciri para pelaku.

Kemendagri dan DPR Kutuk Keras

Kementerian Dalam Negeri menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga abdi negara tersebut.

“Keluarga besar Kementerian Dalam Negeri menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam atas gugurnya tiga orang ASN yang sedang melaksanakan tugas,” kata Kapuspen Kemendagri Benni Irwan kepada wartawan, Sabtu (12/9/2026).

Benni berharap masyarakat turut mendoakan para korban dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat.

Senada, DPR RI melontarkan kecaman keras. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyebut aksi KKB sebagai kejahatan biadab yang tidak bisa ditoleransi.

“Tindakan penyerangan bersenjata terhadap warga sipil dan pelayan publik ini merupakan kejahatan biadab yang sama sekali tidak dapat ditoleransi. Negara tidak boleh kalah oleh aksi teror,” tegas Habiburokhman, Sabtu (12/9/2026).

Ia mendukung Polri dan TNI untuk bertindak cepat, tegas, dan terukur untuk memburu pelaku hingga ke akar-akarnya.

Kecaman juga datang dari Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni. Ia mendesak polisi tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga membongkar jaringan pemasok senjata.

“Ini tindakan biadab dan saya sangat mengutuk teror ini. Polisi harus bergerak cepat menangkap pelaku dan menghukum seberat-beratnya. Ungkap juga dari mana mereka dapat senjata dan siapa pemasoknya,” ujar Sahroni.

Aparat gabungan kini meningkatkan pengamanan di wilayah rawan agar roda pembangunan dan aktivitas masyarakat di Papua Pegunungan tetap berjalan tanpa rasa takut. (Tim)