Wali Kota Depok Upayakan Pembangunan SMA Negeri Baru di Bojongsari

by
Wali Kota Depok Supian Suri saat berdialog dengan tendik SMAN 10 Depok (foto: Rivalino)

BERITABUANA.CO, DEPOK – Wali Kota Depok sesumbar bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk menghadirkan SMA Negeri baru di wilayah Kecamatan Bojongsari.

Hal itu ia lontarkan langsung, saat berdialog dengan warga, dalam kegiatan Jualan UMKM Sama-sama (JUS), di halaman Kantor Kecamatan Bojongsari, Senin (31/8/2026).

Pada momen itu, seorang warga sekaligus tenaga pendidik SMA Negeri 10 Depok Erwin Bikanofa, menyampaikan persoalan keterbatasan daya tampung SMA negeri.

Menurutnya, saat ini warga Bojongsari hanya memiliki SMA Negeri 10 Depok sebagai pilihan SMA negeri. Kondisi tersebut, membuat sebagian warga belum tertampung.

“Jadi masih banyak warga, bahkan warga Curug sendiri tidak tertampung di sekolah kami,” keluhnya.

Ia juga menjelaskan, kapasitas rombongan belajar di SMA Negeri 10 Depok. Biasanya, terdapat sembilan rombel untuk setiap angkatan.

Namun, tahun ini kelas X ditambah menjadi 11 rombel atas permintaan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. Kondisi tersebut, membuat kapasitas ruang kelas semakin terbatas.

“Ruangannya kalau misalnya untuk semua angkatan itu, cukup untuk 30 rombel (rombongan belajar),” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Supian menilai kebutuhan SMA negeri tambahan di Bojongsari perlu segera dicarikan jalan keluar. Ia pun, kontan meminta informasi terkait ketersediaan lahan.

“Berarti, tambahan SMA Negeri ya di wilayah Bojongsari. Pak Lurah, ada yang punya lahan kosong?,” tanyanya.

Ia mengatakan, telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, Pemprov Jawa Barat pada prinsipnya siap mengalokasikan pembangunan sekolah jika tersedia lahan.

Persoalan lahan menjadi tantangan, karena pemerintah provinsi belum dapat mengalokasikan anggaran untuk pembelian lahan.

Lantaran itu, Supian membuka sejumlah opsi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas sosial dan fasilitas umum, yang memungkinkan untuk pembangunan SMA negeri.

“Coba lihat fasos-fasum kita, yang dimungkinkan buat SMA Negeri,” perintah Supian kepada camat Bojongsari dan para lurah se-Kecamatan Bojongsari, yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Tak hanya itu, Pemkot Depok juga membuka peluang pengadaan lahan melalui anggaran daerah. Jika kemampuan anggaran memungkinkan, Pemkot Depok akan mempertimbangkan belanja lahan untuk SMA negeri baru di Bojongsari.

“Saya minta, jajaran Kecamatan Bojongsari bergerak cepat. Pak Camat, buat surat segera. Kita coba tindak lanjuti, cari solusi,” titahnya.

Langkah tersebut menjadi sinyal positif bagi warga Bojongsari, yang selama ini membutuhkan tambahan akses pendidikan jenjang SMA negeri.

Supian menilai masukan masyarakat menjadi bagian penting, dalam menentukan kebijakan pemerintah. Ia pun mengapresiasi aspirasi yang disampaikan Erwin.

Pemerintah Kota Depok, kini akan menindaklanjuti kebutuhan lahan untuk mewujudkan SMA negeri tambahan di Bojongsari. (Rki)