BERITABUANA.CO, KUPANG – Kampanye Akbar Paket Jeriko-Adinda, dihadiri ribuan pendukung, para Ketua Parpol orasi jejak Jeriko saat menjabat Walikota Kupang periode 2017-2022.
Kampanye Akbar yang digelar di Alun-Alun Kota Kupang, Selasa (12/11/2024) petang juga diramaikan dengan UMKM dengan aneka jajanan. Massa yang hadir bisa menikmatinya secara gratis.
Ketika kampanye usai, dilanjutkan dengan pesta rakyat yang menampilkan live music dari para talent Kota Kupang dengan bintang tamu Justin Aldrin. Selain itu, ada penampilan stand up comedy dan juga komunitas mural.
Pantauan media ini, paslon Jeriko-Adinda tiba di lokasi kampanye sekira pukul 16.30 Wita didampingi Ketua Tim Pemenangan, Yeskiel Loudoe yang juga Ketua DPC PDIP Kota Kupang, Sekretaris DPW PAN NTT Marthen Lenggu dan Ketua DPD PAN Kota Kupang Robby Kase, Wakil Ketua DPW Partai Perindo NTT, Servas Lawang, Plt. Ketua DPD Partai Perindo Kota Kupang, Benny Selan dan para pengurus Partai Ummat Kota Kupang.
Paslon Jeriko-Adinda saat tiba di lokasi kampanye disambut tari Kataga, tarian khas Sumba. Selanjutnya, Jeriko-Adinda bersama rombongan diarahkan menuju tenda VIP.
Sudah Buktikan Perubahan
Wakil Ketua DPW Partai Perindo NTT, Servas Lawang dalam orasi politiknya mengatakan, tak ada yang bisa memungkiri perubahan yang telah terjadi di Kota Kupang di era kepemimpinan Jeriko.
“Di era Jeriko-lah Kota Kupang layak menjadi ibukota provinsi. Orang terdepan yang mengubah wajah Kota Kupang adalah bapak Jefri Riwu Kore,” tegas Servas.
Mantan anggota DPRD Provinsi NTT ini juga memuji calon Wakil Wali Kota Lusia Adinda Lebu Raya, sebagai sosok bukan kaleng-kaleng.
“Adinda yang ada di balik suksesnya mendiang Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam memimpin NTT selama 15 tahun, lima tahun sebagai Wakil Gubernur dan 10 tahun sebagai Gubernur NTT,” kata Servas.
Sekretaris DPW PAN NTT, Marthen Lenggu dalam orasinya mengatakan tinggal 5 hari lagi, nasib kota ini ditentukan melalui Pilkada.
“Oleh karena itu, bukan sekadar memilih pemimpin, tapi juga menentukan masa depan generasi kota ini. Kota Kupang sebagai ibukota provinsi harus menjadi barometer pembangunan di NTT,” ujar dia.
Oleh karena itu, tegas Marthen, untuk memilih pemimpin harus mempertimbangkannya secara baik. Harus memilih pemimpin yang punya rekam jejak yang baik, bukan sekadar omong-omong.
“Jefri telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang bertanggungjawab, untuk membangun kota ini. Sudah buktikan dia punya hati untuk kota ini. Ketika maju di 2017 dengan tagline ‘Perubahan’, dia komitmen, hari ini dia buktikan kota ini benar-benar berubah,” jelas Marthen.
Marthen mencontohkan beberapa kawasan yang alami perubahan signifikan, seperti Kawasan pantai yang dulu kumuh sudah diubah menjadi area publik yang indah.
Ketua Tim Pemenangan Jeriko-Adinda, Yeskiel Loudoe dalam orasinya mengatakan partai-partai mengusung Jeriko-Adinda, karena pertimbangan pengalaman dan rekam jejak yang baik.
“Pasalnya, sebelum menjadi wali kota Kupang, Jeriko dua periode menjabat anggota Komisi X DPR RI. Selanjutnya, saat lima tahun menjadi wali kota, ia mencatat prestasi yang luar biasa,’ kata Yeskiel.
Selain itu, calon wakil wali kota, Lusia Adinda Lebu Raya juga merupakan sosok yang berpengalaman. Ia mendampingi Frans Lebu Raya selama 10 tahun menjadi gubernur dan lima tahun wakil gubernur. “Maka paket ini tidak diragukan lagi,” tegas Yeskiel.
Ia menambahkan, secara kebetulan saat Jeriko menjadi Wali Kota Kupang dirinya menjabat Ketua DPRD Kota Kupang sehingga mengikuti betul jejak pembangunan yang dibuat Jeriko. “Bapa mama lihat di debat kandidat, semua yang mereka (calon lain) omong itu sudah dibuat Jeriko. Jadi mereka baru omong, Jeriko sudah lakukan,” tegas Yeskiel. (iir)







