Ini Kesiapan Polri Mengamankan Arus Mudik Idul Fitri 2022

by
Karo penmas Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. (Foto : Jimmy) 

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Operasi Ketupat digelar Polri untuk pengamanan hari raya Idul Fitri 2022 dengan menerjunkan sebanyak 144 ribu personil dari Mabes Polri, Polda dan instansi terkait lainnya yang akan beroperasi selama 12 hari, yaitu mulai 28 April hingga 9 Mei 2022.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan berbicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema ‘Antisipasi Gangguan Keamanan Saat Mudik Lebaran’ di Media Center Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/4/2022) menyatakan, operasi ketupat kali ini menempatkan 2.702 posko yang terdiri dari 1710 pos pengamanan dan 734 pos pelayanan, serta 238 pos terpadu.

“Kegiatan pengamanan operasi ketupat ini untuk mengamankan 101.454 objek pengamanan. dimana objek tersebut adalah masjid, sebanyak 90.396, pusat perbelanjaan 4324, objek wisata 4326, terminal 833, kemudian stasiun kereta api sebanyak 299, kemudian bandara 210 bandara dan 666 pelabuhan, itu objek objek yang dijadikan objek pengamanan dalam rangka operasi ketupat,” kata Ahmad Ramadhan.

Senada dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ahmad Ramadhan menyatakan, diperkirakan anggota masyarakat yang akan melakukan mudik di hari raya Idul Fitri tahun ini mencapai 85 juta. Karenanya, keberadaan pos-pos pelayanan, selain berfungsi sebagai pos pengamanan dan pusat informasi yang bekerjasama dengan instansi terkait, Polri juga menggelar gerai vaksinasi, sehingga apabila ada anggota masyarakat yang belum menerima vaksin Covid-19, atau sama sekali belum pernah vaksin, Polri tidak meminta mereka kembali ke asalnya, melainkan dilayani untuk vaksin Covid-19.

“Masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pun bisa memanfaatkan pos tersebut sebagai tempat istirahat sementara bagi para pemudik yang kelelahan dalam perjalanan. Jadi, kita menghimbau bagi yang mengantuk atau kelelahan harus istirahat dulu, karena di jalan-jalan tol atau beberapa pengemudi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas adalah mungkin karena kelelahan, karena ngantuk, ini menjadi penyebab, tentu kita tidak menginginkan warga untuk libur hari raya tapi mendapatkan sesuatu yang tidak diinginkan, apalagi membawa keluarga,” ujarnya.

Masih kaitan kelancaran pengamanan arus mudik pada perayaan Idul Fitri ini, Polri juga melakukan pola one way pada hari-hari tertentu, yaitu tanggal 28, 29 dan tanggal 30 April 2022. Begitu juga sebaliknya, sebab Polri melihat permasalahan yang ada adalah adanya potensi kemacetan. Biasanya arus lalu lintas ketika jalan besar, di ujungnya kecil, yang secara otomatis akan mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas.

Ahmad Ramadhan mengemukakan, ada 6 titik rawan kemacetan di sepanjang jalan tol. Yaitu, arah Merak di KM 26, kemudian arah Cikampek mulai dari KM 48 sampai dengan KM 50 dari 5 lajur sampai 3 lajur, ini di antisipasi kemacetan. Kemudian, arah Cikampek dari KM 31 sampai KM 37 dari 4 lajur menjadi 3 lajur, kemudian arah Cikampek dari KM 70 sampai dengan KM 72 dari 3 lajur menjadi 2 lajur.

“Selanjutnya, yang kelima arah Jakarta dari KM 66 ke 62 dari 6 lajur menjadi 3 lajur dan yang terakhir arah Jakarta juga dari KM 54 sampai dengan 54, dari 5 lajur menjadi 3 lajur. Ini sesuatu yang alami ketika jalan besar kemudian mengecil, dia akan macet dan insidentil juga ketika ada mobil mogok ataupun mobil insiden, satu ruas saja ketika dia terjadi insiden, maka akan mempengaruhi kelancaran lalu lintas, namun itu bukan menjadi halangan bagi warga, antisipasi itu telah dilakukan sejak awal oleh personil di lapangan,” jelasnya lagi.

Petugas lalu lintas di lapangan juga disebut Ahmad Ramadhan akan memberlakukan one way dari km 40-an sampai KM 414 Kali Kangkung. Sehingga sepanjang perjalanan itu satu arah, tidak ada arah balik. Sebaiknya juga seperti itu dan bila dibutuhkan Polri akan menggunakan ganjil genap selain one way.

“Jadi, mobil Bapak, Ibu, saudara pelatnya genap ya maka di tanggal genap jalannya , jadi antisipasinya lancar dan terbagi. Bapak-bapak, ibu-ibu dan seluruh warga yang akan mudik yang mobilnya benar ya jalannya di hari genap Jadi besoknya tanggal 29 misalnya, maka mobil yang lewat sebaliknya juga seperti itu, nanti arah kembali arus balik ke Jakarta,” jelasnya.

Ahmad Ramadhan menekankan pentingnya pengertian masyarakat masyarakat dan ketertiban masyarakat serta kerjasama seluruh stakeholder dengan Polri.

“Kita semua mengharapkan situasi idul fitri berjalan dengan lancar, masyarakat aman, selamat sampai tujuan dan selamat pada arus balik lagi,” imbuhnya. (Asim)

No More Posts Available.

No more pages to load.