Fenomena Kemunculan Relawan Capres-Cawapres, Hal Wajar

by
Pangi Syarwi Chaniago
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago.(Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Langkah sejumlah relawan ramai-ramai mendeklarasikan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) unggulannya dinilai hal yang wajar. Hal ini karena para relawan ingin menyuarakan aspirasi akar rumput terhadap capres dan cawapres yang dinilai mumpuni maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago dalam Dialektika Demokrasi bertema “Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi?” di Media Center Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Menurut Pangi, tidak ada kata terlalu dini atau terlalu cepat untuk membicarakan pilpres. Apalagi untuk relawan mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres yang mereka jagokan maju dalam Pilpres 2024.

“Pilpres ini dikatakan waktu yang singkat, enggak juga. Dikatakan waktu yang lama, juga enggak sebetulnya. Karena orang sering mengatakan terlalu dini, terlalu subuh, terlalu cepat untuk bicara pilpres. Saya pikir enggak juga,” katanya.

Lantan Pangi menegaskan, di dalam politik terdapat kampanye politik yang dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Kampanye pemilu yang digelar KPU saja memerlukan jadwal yang panjang. Sedangkan kampanye politik, biasanya dilakukan oleh bakal calon yang akan maju dalam kontestasi pilpres.

“Jadi kampanye politik terjadi selama 5 tahun itu. Ya itulah keuntungan petahana,” ujar dia seraya menambahkan bahwa deklarasi yang ramai dilakukan sejumlah relawan adalah hal yang menarik dalam pendekatan demokrasi, juga tindakan yang penting untuk mengawal calon yang diunggulkan oleh rakyat.

Seperti yang terjadi saat ada relawan yang membentuk Projo untuk mendukung Joko Widodo (Jokowi) menjadi capres dalam Pilpres 2014. Ketika Jokowi terpilih sebagai Presiden ke-7 RI, Projo tidak membubarkan diri. Sebaliknya, Projo justru mengantarkan Jokowi bersama partai politik pengusungnya merayakan kemenangan pesta demokrasi tersebut.

“Kemudian Presiden Jokowi bilang, ya jangan ditinggalin saya setelah saya terpilih, enak saja saya ditinggalin. Maksudnya, jangan dibubarin. Berarti beliau terus merawat relawan itu sampai beliau di periode kedua,” demikian Pangi Chaniago. (Jimmy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.