Hoaks Kian Marak, Gus Jazil Ajak Generasi Muda Cermat Bermedsos

by
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid saat Sosialisasi Empat Pilar MPR di SMA Bina Putera, Kopo, Serang, Banten, Jumat (8/10/2021). (Foto: Humas MPR)

BERITABUANA.CO, BANTEN – Makin berkembangnya penggunaan teknologi informasi, khususnya media sosial (medsos) menimbulkan persoalan baru dalam kehidupan masyarakat. Penyebaran hoaks (berita bohong), fitnah, dan ujaran kebencian di medsos pun makin marak beberapa tahun belakangan.

Karena itu, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid saat Sosialisasi Empat Pilar MPR di SMA Bina Putera, Kopo, Serang, Banten, Jumat kenarin (8/10/2021) meminta semua pihak memanfaatkan medsos dengan baik dan menyaring setiap informasi di dalamnya agar tidak menimbulkan masalah.

Sebab, lanjutnya, seluruh kebutuhan kita mulai dari bertransaksi, mengajar, berdagang dan aktivitas lainnya tidak luput dari dunia digital.

“Oleh sebab itu, mari kita gunakan medsos dengan baik. Sekarang ini hoaks dan fitnah banjir di medsos. Kita harus mampu menyaring informasi. Kalau tidak, itu akan menjadi masalah bagi bangsa ini,” katanya.

Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, juga meminta kepada para guru di sekolah untuk memberikan pengajaran literasi digital kepada para anak didik soal bagaimana menggunakan teknologi informasi, khususnya medsos. Menurutnya, para murid memerulan arahan dari guru tentang bagaimana memilah informasi palsu, hoaks, dan inforamsi yang produktif bagi mereka.

“Medsos ibarat dua sisi mata pisau yang di satu sisi bisa menimbulkan dampak positif dan di sisi lainnya berdampak negatif. Jadi kita harus arahkan anak-anak agar bisa menjadikan medsos sesuatu yang positif. Sebab, saat ini anak muda di mana pun menggunakan medsos. Kita perlu bimbing penggunaannya dan konten-konten seperti apa yang layak untuk dibuka,” tuturnya.

Di depan para siswa SMA Bina Putera, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengungkapkan bahwa Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945, merupakan pilar-pilar penyangga negeri ini. Jika Empat Pilar itu roboh atau salah satu roboh, Indonesia juga roboh.

Oleh karena itu, lanjutnya, semua pihak memiliki tugas bersama untuk memperkuat keempat pilar. Menurutnya, Pancasila mengandung nilai-nilai dan menjadi pandangan hidup, tapi belum tentu kita bisa mengimplementasikannya.

Perasan dari Pancasila, kata Gus Jazil, adalah gotong royong. Namun perlahan-lahan gotong royong mulai dilupakan dan diganti dengan kata demokrasi. Gotong royong seakan-akan hanya kerja bakti, padahal gotong royong adalah kalimat keramat yang dimiliki bangsa ini dan bisa menyatukan pandangan agama, suku bangsa, adat istiadat dalam satu kata, yakni gotong royong. “Ini inti kehendak dan cita-cita bangsa,” tuturnya.

Pada kesempatan itu Gus Jazil mengungkapkan, sering kali antara agama dengan negara atau antara Islam dengan Pancasila dibentur-benturkan. Padahal, ujarnya, hal tersebut sudah menyatu. Selanjutnya kita tinggal mewujudkannya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, dalam upaya membangun hubungan, dan dalam mewujudkan apa yang dicita-citakan.

Menurutnya, dengan berkembangnya teknologi informasi, kedepan, perlu ada kreativitas, yakni bagaimana menyosialisasikan Empat Pilar melalui media digital, game, cerita, atau menggunakan gambar animasi, sehingga lebih mengena kepada kalangan generasi muda. Ia berpendapat, cara tersebut lebih mengena bagi anak-anak ketimbang menggunakan metode ceramah.

“Yang tidak kalah penting adalah metode keteladanan. Anak-anak muda butuh keteladanan atau contoh. Siapa figur yang pancasilais? Pertama ya guru. Karena anak-anak mencontoh guru mereka, dan para guru mencontoh pemimpinnya,” kata Gus Jazil.

Dirjo, Kepala SMA Bina Putera mengaku sekolah terus melakukan peningkatan literasi digital agar para siswa bisa memilah informasi yang layak untuk dicerna. “Kami selalu menekankan kepada guru-guru agar bisa mendampingi mereka,” tuturnya. (Jal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *