Bertemu Gibran, Fahri Hamzah Titip Gelora Ingin Berpartisipasi di Solo

by
Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Fahri Hamzah saat bertemu Walikota Surakarta, Gibran Rakabumi.

BERITABUANA.CO, SOLO – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menyatakan siap berkolaborasi dengan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka terkait pengelolaan kota.

“Kami tadi berdiskusi tentang masa depan, tentang pengelolaan kota yang kita di Partai Gelora juga menawarkan konsep yang kami gunakan, dalam ‘tagline’ kami berkolaborasi tentunya dengan beliau,” katanya saat mengunjungi Gibran di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung Solo dilansir Antara, Sabtu (27/3/2024).

Ia mengatakan pada kesempatan tersebut Gibran juga banyak menyampaikan berbagai mimpinya bagaimana membangun Kota Solo ke depan.

“Saya juga menitipkan pesan, berharap dari Kota Solo lahir pesan rekonsiliatif. Dinamika bangsa perlu contoh sesungguhnya agar rakyat bersatu. Solo jadi contoh dinamika politik harus diakhiri. Kami juga menyepakati ke depan akan sering ngobrol,” katanya.

Matan Wakil Ketua DPR RI itu juga mengucapkan selamat atas Pilkada 2020 mengapresiasi Gibran karena mampu mewakili generasi baru, yakni berhasil menjadi pemimpin sebuah daerah. Fahri menyebut Gibran salah satu wali kota yang paling muda di Indonesia sekarang.

“(Gibran) mewakili generasi baru, memimpin sebuah kota yang sangat dikenal, mengambil tagline ‘the spirit of Java’. Bahkan menurut saya Solo juga merupakan jiwanya Bangsa Indonesia,” sebut Fanri.

Disinggung mengenai kemungkinan Gibran akan ditarik ke Partai Gelora, Fahri hanya mengatakan kalau pada kesempatan tersebut dirinya dan Gibran hanya ngobrol soal menitip partainya di Solo.

“Cuma ngobrol saja. Tentu saya titip partai, kami (Partai Gelora) ingin partisipasi di sini,” jawab Fahri seraya juga meminta kepada Gibran untuk menikmati seluruh proses yang ada sehingga bisa mematangkannya sebagai seorang politisi.

“Saya tadi bilang, nikmati saja dulu. Menjadi politisi itu berproses, kemampuan kita mengelola keadaan dinilai oleh rakyat. Saya bilang kita ini generasi baru Indonesia, sisa konflik dari masa lalu sebaiknya generasi kita tidak perlu mewarisi itu. Intinya kan membangun bangsa, kadang friksi berasal dari ideologi yang tidak rasional. Mudah-mudahan mulai dari Solo friksi dikurangi,” tambahnya lagi.

Sementara itu, terkait kunjungan tersebut, Gibran mengatakan tidak ada pembicaraan serius yang dibahas.

“Cuma ngopi saja, ‘nggak’ ada pembicaraan politik, ‘nggak’ ada pembicaraan serius. Namanya menjalin silaturahmi,” katanya.

Saat dimintai tanggapan atas sikap mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terkenal kritis ini, Gibran mengaku sikap tersebut justru dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia.

“Pak Fahri memang kritis, beliau kasih masukan yang baik. Biar bagaimanapun beliau saya anggap sebagai ‘role model’,” katanya. (Jal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *