Kapolri Soekarno Djojonagoro, Penggagas “Catur Prasetya” Pedoman Kerja Anggota Polri

by
Kapolri Soekarno Djojonegoro

TULISAN pertama sudah ditulis sekelumit siapa Kapolri pertama. Tentu setiap kapolri memilik kelebihan masing-masing. Tulisan kedua ini menuliskan sekelumit figur kapolri kedua, yakni Soekarno Djojonegoro.

Soekarno, Kapolri kedua, lahir di Banjarnegara, Jateng 15 Mei 1908. Ia menjabat Kapolri sejak 15 Desember 1959 hingga 29 Desember 1963. Soekarno, memulai karier sebagai polisi tahun 1928. Ia kemudian menjadi Mantri Polisi Residen Jepara Rembang (1931) dan Kepala Polisi Semarang, Kendal, Pekalongan dan Surabaya.

Tahun 1950, Soekarno menjadi Kepala Kepolisian Provinsi Jatim dan kemudian Ajun Kepala Kepolisian Negara (November 1959).

Saat menjabat Kapolri, di era Soekarno, 1 Juli 1960, Polri bergabung menjadi ABRI dan yang paling fenomenal 1 Juli 1961, empat janji prajurit kepolisian, “Catur Prasetya” diikrarkan. Catur Prasetya dijadikan pedoman kerja kepolisian RI selain Tribrata sebagai pedoman hidup. Tahun 1962 Kepolisian Negara RI berubah menjadi Angkatan Kepolisian RI.

Soekarno Djojonegoro meninggal tahun di Jakarta 27 November 1975. Ia dimakamkan di pemakaman keluarga Djojonagoro,”Kuwondo Giri” di Banjarnegara, Jateng. (Nico Karundeng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *