Imbas Covid-19, Ketua MPR Imbau Perusahaan Pertimbangan PHK Pekerja

by
Ketua-MPR-RI-Bambang-Soesatyo-1
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. (Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo meminta seluruh perusahaan ada di Indonesia yang terkena dampak pandemi virus corona atau Covid-19, agar dapat mempertimbangkan untuk melakukan PHK kepada karyawannya.

Hal ini dikatakan Bambang Soesatyo terkait sebanyak 160.067 pekerja dari 24.225 perusahaan sektor formal yang di PHK, sebanyak 1.080.765 pekerja dari 27.340 perusahaan yang dirumahkan, dan sebanyak 265.881 pekerja dari 30.466 perusahaan di sektor informal yang dirumahkan.

“Mengimbau kepada perusahaan agar terlebih dahulu mempertimbangkan untuk melakukan pengurangan upah dibandingkan PHK kepada para pekerjanya, serta bermusyawarah terlebih dahulu dengan pekerja terkait dalam setiap pengambilan keputusan,” kata pria akrab disapa Bamsoet dalam keterangan pers, Senin (13/4/2020).

Bamsoet mengatakan, pemerintah khususnya kementerian terkait perlu melakukan evaluasi mendalam akan masalah ini. Terlebih, banyak kalangan memprediksi jika krisis ekonomi dialami akibat dampak Covid-19 akan mencapai klimaksnya pada pertengahan tahun ini.

“Mendorong pemerintah agar terus melakukan evaluasi dari program-program sudah dijalankan saat ini, serta terus melakukan upaya-upaya terbaik, dikarenakan adanya potensi gelombang PHK akan mencapai puncak pada Juni 2020 mendatang, dengan pekerja di sektor pariwisata dan jasa paling terdampak, apabila tidak ada upaya antisipasi dan pencegahan efektif dilakukan sejak saat ini,” ujar politikus Golkar ini.

Bamsoet pun mengajak masyarakat terdampak Covid-19, terutama kepada masyarakat yang kehilangan mata pencaharian dan mengalami penurunan pemasukan cukup drastis, untuk mendaftarkan diri dalam Program Kartu Pra Kerja Pemerintah, sehingga masyarakat dapat diberikan pelatihan kerja dan bantuan dari Pemerintah.

Disamping itu juga Bamsoet kembali mendorong Pemerintah bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah dapat melakukan pemetaan yang valid terhadap masyarakat di setiap daerah, agar pendistribusian bantuan sosial (bansos) untuk warga miskin dan rentan akibat virus corona dapat tepat sasaran. (Rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.