Setelah NTT, Giliran NTB Kampanye Kesadaran Keamanan Maritim dan Pelabuhan

by -
Peserta Maritim and Port Security Awareness membubuhkan tandatangan di spanduk dengan tagline : LIHAT, DENGAR, LAPORKAN.

BERITABUANA.CO, LOMBOK – Setelah di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) di gelar Program Kampanye Kesadaran Keamanan Maritim dan Pelabuhan atau Maritime and Port Security Awareness, kemudian dilanjutkan di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wisnu Wardana, Kabag Organisasi dan Humas Ditjen Perhubungan Laut kepada www.beritabuana.co, Jumat (14/2/2020) mengatakan, gelaran Program Kampanye Kesadaran Keamanan Maritim dan Pelabuhan dilaksanakan oleh Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub bekerjasama dengan Australian Department of Home Affair.

“Setelah dilaksanakan pada 12 Februari 2020 di Labuan Bajo (NTT) Program Kampanye Kesadaran Keamanan Maritim dan Pelabuhan, kemudian dilanjutkan di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (13/2/2020),” tutur Wisnu.

“Dipilihnya Lombok menjadi lokasi acara karena merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh kapal-kapal pesiar yang membawa wisatawan asing sehingga peran Pelabuhan Lembar sebagai pintu gerbang kunjungan wisatawan sangat krusial,” ungkap Kasubdit Patroli dan Pengamanan Direktorat KPLP, Capt. Ramadhan Hasri Harahap mewakili Dirjen Perhubungan Laut saat membuka kegiatan Maritime and Port Security Awareness Program di Pelabuhan Lembar.

Menurutnya, gangguan keamanan yang terjadi baik terhadap pelabuhan atau kapal penumpang dapat berdampak sangat fatal dan beresiko mengganggu roda perekonomian lokal bahkan nasional. Keamanan pelabuhan merupakan tanggung jawab kita bersama, termasuk memastikan bahwa wisatawan dan penguna jasa pelabuhan merasa betah dan mendapatkan jaminan rasa aman dan nyaman.

Untuk itu, jelas Ramadhan, diperlukan sinergi yang baik antara pemangku kepentingan maupun elemen masyarakat secara bersama-sama meneguhkan komitmen keamanan pelabuhan merupakan tanggung jawab bersama serta memastikan bahwa wisatawan dan pengguna jasa pelabuhan mempunyai jaminan rasa aman dan nyaman.

“Performa keamanan pelabuhan yang baik akan meningkatkan kepercayaan dari pengguna jasa, dalam hal ini industri kapal pesiar dan investor,” tandasnya, seraya menyebutkan terciptanya jaminan keamanan akan meningkatkan rasa kenyamanan dan kepercayaan masyarakat internasional serta meningkatkan kunjungan wisata yang berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian daerah dan nasional yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Menurutnya lagi, kehadirannya dalam program ini juga untuk memberikan informasi yang memadai tentang aktifitas-aktifitas apa saja yang dapat dikategorikan mencurigakan (suspicious activities) dan berpotensi menjadi ancaman keamanan pelabuhan serta respon pelaporan yang diharapkan.

Dalam kegiatan Maritime and Port Security Awareness ini, dilakukan pembubuhan tanda tangan di atas spanduk oleh seluruh peserta sebagai tanda komitmen kesadaran keamanan maritim dan pelabuhan sekaligus memperkenalkan tagline ”LIHAT, DENGAR, LAPORKAN.

“Kami berharap masyarakat umum dapat mudah mengingat dan memahami tagline ini serta berpartisipasi aktif dalam program keamanan pelabuhan karena keamanan pelabuhan adalah tanggung jawab kita bersama. LIHAT, DENGAR, LAPORKAN!,” tegas Ramadhan.

Wisnu menambahkan, turut hadir pada acara tersebut perwakilan dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kepala Kantor KSOP Lembar, para Kepala UPT Ditjen Perhubungan Laut di wilayah NTB, perwakilan unsur TNI/Polri, instansi Pemerintah Daerah Lombok Barat, BUMN, swasta, asosiasi serta masyarakat nelayan Lembar. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *