Situasi Ekonomi Melambat, Rudi Bangun Minta Dirjen BC Maksimalkan Target Penerimaan 2020, Ditengah Situasi Ekonomi yang Melambat

by -
Rudi Hatono Bangun bersama Dirjen Bea Cukai,Heru Pambudi. (Foto: Istimewa)

BERITBUANA.CO, JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Rudi Hartono Bangun menekankan agar Dirjen Bea Cukai memaksimalkan target penerimaan Tahun 2020. Menurut dia, ada beberapa potensi penerimaan cukai yang bisa dimaksimalkan di tengah-tengah situasi ekonomi yang berjalan slow down.

“Di tengah kondisi ekonomi global yang melambat, merebaknya virus Corona juga menjadi faktor membuat ekonomi dunia ikut terpengaruh,” kata Rudi dalam keterangan tertulisnya yavg diterima media, Kamis (13/2/2020).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut III ini mengatakan, dalam situasi seperti ini, yang perlu digali adalah potensi di dalam negeri sendiri, seperti potensi jika menaikkan cukai rokok.

“Jutaan rakyat Indonesia dari mulai golongan ekonomi bawah, menengah, atas, baik kalangan orang tua, muda, pria maupun wanita, adalah perokok aktif tanpa memikirkan harga dan dampak kesehatannya,” bebernya.

Bukti banyaknya perokok aktif ini, menurut Rudi yang sudah tiga periode di legislatif ini, dapat diihat dan saksikan, bagaimana perusahaan-perusahaan rokok menjadi perusahaan paling kaya dan pemilik perusahaannya juga menjadi orang-orang terkaya di Indonesia dan Asia.

“Artinya, keuntungan dari bisnis rokok relatif besar dan masyarakat penikmat rokok menyumbag pundi-pundi kekayaan ke perusahaan rokok dan pemilikya. Jadi kenapa penikmat rokok ini nggak menyumbang saja ke negara dengan cara Pemerintah menaikan cukai rokok, sehingga negara kebagian dan bukan cuma untuk perusahaan,” kata dia.

Jika pajak cukai dinaikan dan negara mendapat tambahan pendapatan, lanjut Rudi, pajak tersebut juga bakal digulirkan kembali dalam bentuk pembangunan di daerah, baik itu infrastruktur, sarana prasarana, fasilitas umum, dan banyak lagi untuk kepentingan masarakat.

“Tapi, jika untung dari pendapatan rokok cuma untuk perusahaan rokok itu sendiri, rakyat tidak banyak yang nikmati. Itu konsen saya kepada Menteri Keuangan (Menkeu) dab Dirjen Bea Cukai, agar Rancangan Undang Undang (RUU) Cukai Rokok segera kita buat,” cetusnya.

Anggota Komisi XI DPR RI yang cukup vokal menyampaikan aspirasi rakyat dan mengkritisi mitra-mitra kerjanya ini juga melihat potensi penerimaan yang sangat bagus yaitu mengenakan cukai untuk plastik.

“Harus disadari, kehidupan kita dari sejak bayi hingga dewasa, lalu tua, semuanya memakai plastik. Lihat makanan yang kita beli pasti pakai plastik, juga minuman yang kita minum juga pakai bahan plastik, alat alat rumah tangga dan alat kantor semua rata rata dari bahan plastik dan dampak sosial dari plastik sangat buruk,” tutur Rudi.

Plastik, masih menurut Rudi, tidak dapat terurai seperti kertas. Semua sampahya mengotori lingkungan dan pemerintaah yang mengeluarkan biaya dampak sosial akibat plastik yang di pakai masyarakat.

“Dalam kesempatan ini saya mengusulkan juga plastik harus dikenai cukai dengan harga yang sangat murah karena jutaan manusia Indonesia pasti mengunakan plastik yang gilirannya jadi limbah. Jadi wajar pajak cukai yang di ambil negara dipergunakan kembali ke rakyat kembali,” ujarya.

Bahkan Rudi memperkirakan potensi dari plastik jika dikenakan cukai bisa mencapat Rp 3 triliun pertahun. Itu hanya dari plastik kresek dan belum dari plastik bahan minuman lainya.

“Jadi, hal ini juga harus segera dibuat RUU nya agar pelaksanaanya mendasar,” pungkas Rudi Bangun. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *