Partai Oposisi Dukung Sikap Tegas Presiden Jokowi Tolak Memulangkan Pengikut ISIS eks WNI

by -
Presiden PKS, Sohibul Iman.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Keputusan pemerintah Indonesia untuk tidak akan memulangkan sekitar 600 pengikut Islamic State of Iraq and Suriah/ISIS eks warga negara Indonesia (WNI) dari Suriah ke Tanah Air serta mempertimbangkan kemungkinan memulangkan anak-anak berusia di bawah 10 tahun, mendapat dukungan dari partai oposisi, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Presiden PKS Sohibul Iman saat dimintai tanggapannya oleh media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Menurut Sohibul, keberadaan anggota ISIS eks WNI tersebut merupakan masalah yang pelik. Karenya harus melihatnya dari berbagai sisi, terutama dari sisi status kewarganegraan mereka.

“Karena mereka pergi ke sana (Turki dan Suriah) atas inisiatif sendiri, bahkan di antara mereka ada yang membakar paspornya dan sebagainya,” ungkap dia seraya mengakui tak mudah memperlakukan ratusan orang asal Indonesia yang memilih bergabung ke ISIS itu dengan warga negara yang normal.

Namun, masih menurut Sohibul, akan banyak persoalan yang akan muncul ketika mereka dipulangkan ke tanah air. Karena itu, PKS menghormati apa yang menjadi sikap pemerintah saat ini.

“Akan tetapi, kami meminta pemerintah melakukan pemetaan secara detail terhadap 689 anggota ISIS eks WanI yang berada dalam kamp penampungan di Turki dan Suriah itu,” ujarnya mengingatkan.

Sohibul menyebut ada dari mereka yang ikut ke Suriah, karena diajak oleh orang tua yang pada akhirnya merea merasa ktertipu oleh propaganda ISIS. Untuk itu, dirinya mendukung rencana pemerintah yang hanya ingin memulangkan anak-anak asal Indonesia di bawah usia 10 tahun.

“Jadi kalau anak-anak saya kira, ya mereka juga datang ke sana tidak happy, bawa ke sini (Indonesia), mereka bisa kita bina kembali. Pemerintah kan bisa mengubah pola pikir anak-anak yang hidup di wilayah perang itu lewat pendidikan,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Sohibul, para anak-anak ini akan merasa berterima kasih kalau mereka diterima kembali di Indonesia. Apalagi jika pemeritah Indonesia memberikan pendidikan yang baik untuk mereka.

“Saya yakin seyakin-yakinnya, kalau mereka diberikan pendidikan yang baik, insyaallah mereka akan tumbuh tidak seperti yang diharapkan oleh orang tuanya,” tutup Sohibul Iman. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *