Lamhot Sinaga: Pembenahan Terpadu Harus Dilakukan Terhadap Telkom

by -
Politisi Partai Golkar, Lamhot Sinaga (baju batik).

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Lamhot Sinaga mengatakan, pernyataan berturut-turut yang disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Tohir maupun Wamen Kartiko Wirjoatmodjo tentang Telkom Indonesia bahwa akan ada perombakan besar-besaran baik secara organisasi maupun bentuk korporasi Telkom Indonesia, perlu disikapi secara hati-hati.

“Ide dan gagasan (peleburan) ini perlu disikapi secara hati-hati, karena regulasi belum tentu memungkinkan untuk merealisasikan hal tersebut. Dan perlu dipahami juga, besarnya Telkomsel tidak lepas dari pemanfaatan infrastruktur jaringan yang dibangun oleh Telkom,” kata Lamhot melalui keterangan persnya yang diterima media, Kamis (13/2/2020).

Diketahui sebelumnya, Wamen BUMN Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan bahwa Telkom lamban berinovasi mengikuti zaman, sementara Menteri BUMN mengatakan bahwa Telkomsel sebaiknya yang menjadi BUMN karena menyumbang reveneu 70% deviden kepada Negara, lebih besar dari Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk.

Melanjutkan pernyataanya, Lamhot melihat pembenahan terpadu dan terintegrasi yang harus dilakukan terhadap Telkom Indonesia agar bisa menjadi korporasi yang handal dan berdaya saing global.

“Telkom Indonesia perlu mempercepat pembangunan platform yang mendukung Inovasi Nasional. Dan saya ingin menyampaikan bahwa DPR mendukung BUMN menjadi tulang punggung inovasi nasional,” ujar politisi Partai Golka itu.

Apalagi, lanjut Lamhot, Indonesia membutuhkan platform digital beserta infrastrukturnya yang pada akhirnya akan mendukung penguatan ekonomi nasional, karena akan tumbuhnya bisnis digital dan bisnis yang berbasis digital di
masyarakat.

Dia mecontohkan pengelolaan usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia yang masih minim sentuhan digital, jika seandainya ada platform yang mengelola penjualan, kebutuhan barang dan distribusinya, maka sinergi dengan BUMN atau swasta dapat memangkas pemicu biaya (cost driver), karena terhubungnya pemasok, distribusi (logistik) dan UMKM.

“Bangsa ini harus mengurangi ketergantungan dengan patform digital dari luar Indonesia. Untuk itu, BUMN harus mengambil peran sebagai pusat inovasi nasional. Sebab disinilah dibutuhkan platform digital yang cerdas, murah, mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat dan tentu saja berkelanjutan,” tambah Ketua DPP Partai Golkar itu.

Namun tentunya BUMN, masih menurut Lamhot, perlu memberikan insentif penggunaan infrastruktur telekomunikasi untuk kebutuhan inovasi digital. Untuk itu, ia berharap BUMN akan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan gairah masyarakat dalam meningkatkan kemampuan memanfaatkan inovasi digital, agar para start up atau bisnis digital rintisan di Indonesia berkembang, tidak seperti saat ini yang mati sebelum berkembang.

“Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, siapakah BUMN yang menjadi leader dalam pengembangan platform inovasi nasional? Saya melihat bahwa Telkom sebagai BUMN terbaik dalam bisnis informasi dan teknologi di Indonesia yang tepat sebagai orkestrator untuk pengembangan inovasi nasional,” tambahnya.

Disitu letaknya, sehingga Telkom Indonesia tidak relevan untuk ditiadakan, tetapi harus didorong terus untuk maju sesuai core bisnisnya. Namun Kementerian BUMN tidak hanya menuntut tumbuhnya keuntungan dari Telkom, akan tetapi juga menilai dampak pengembangan digital yang dilakukan oleh Telkom yang berdampak hadirnya benefit-benefit yang dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *