Ketegasan Pemerintan RI Tolak Pengikut ISIS eks WNI, Peringatan Bagi Kelompok Radikal

by -
Analis Intelijen, Stanislaus Riyanta.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Analis Intelijen, Stanislaus Riyanta mengingatkan bahwa persoalan terkait warga negara Indonesia (WNI) eks pengikut slamic State of Iraq and Suriah/ISIS tak akan berhenti, meskipun pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak melakukan repatriasi (memulangkan) mereka.

“Sebab implikasi dari menolak anggota ISIS eks WNI tersebut pulang ke Indonesia salah satunya adalah mereka akan menjadi urusan pihak lain, termasuk pihak internasional,” kata Stanislaus kepada media di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Melanjutkan pernyataanya, dia mengatakan, jika sudah menjadi urusan internasional, maka asal negara dari anggota ISIS eks WNI tersebut pasti akan dilibatkan dalam penanganan dan pengawasan, karena mereka tidak mempunyai kewagaegaraan.

“Menurut saya ini sangat rentan, walaupun itu merupakan konsekuensi pilihan mereka karena telah meninggalkan tanah air dan bergabung dengan ISIS. Mereka tetap harus diwaspadai karena bisa saja secara ilegal masuk ke Indonesia. Dan pemerintah harus memantau anggota ISIS eks WNI untuk menghindari ancaman,” ujarnya mengigatkan.

Namun apapun risiko yang terjadi, Stanislaus menegaskan keputusan pemerintah untuk mengutamakan keselamatan 260 juta lebih warganya dari aksi radikalisme dan terorisme harus dihormati dan didukung.

“Ketegasan pemerintah untuk menolak kembalinya anggota ISIS eks WNI diharapkan menjadi peringatan bagi kelompok radikal, bahwa pemerintah Indonesia punya sikap tegas. Tentu saja pertentangan akan terjadi termasuk jika dihadapkan perspektif kemanusiaan dan HAM,” pungkasnya. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *