Ditandatangani Kontrak Patimban Paket 3 Connecting Bridge

by -
Achmad Fauzi dari WIKA (kiri) dan Andika Raju Saputra dari PP Joint Operation, menandatangani kontrak Connecting Bridge Pelabuhan Patimban, disaksikan Sekjen Kemenhub (kiri) dan Dirjen Hubla.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kontraktor pemenang WIKA dan PP Joint Operation menandatangani kontrak pekerjaan paket 3 Connecting Bridge Pelabuhan Patimban. Achmad Fauzi dari WIKA dan Andika Raju Saputra dari PP Joint Operation menandatangani proyek tersebut, disaksikan Sekjen Kemenhub Djoko Sasono dan Dirjen Hubla, Agus H Purnomo, Kamis sore (13/2020) di Kementerian Perhubungan.

Sekjen Kemenhub Djoko Sasono, mewakili Menhub dalam kesempatan itu mengatakan, sebagai salah satu proyek strategis nasional pelabuhan baru yang dibangun di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Pembangunan pelabuhan Patimban menjadi prioritas Pemerintah.

“Secara umum, Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan peti kemas dan kendaraan bermotor,” tutur Djoko, seraya menyebutkan nantinya jembatan ini akan menjadi akses utama yang menghubungkan kawasan terminal kendaraan dan peti kemas dengan kawasan Back up Area sebagai penunjang pelabuhan.

Dikatakan, kita patut bersyukur karena proses pembangunan Pelabuhan Patimban dapat berjalan lancar dan direncanakan pada bulan September 2020 akan dilakukan soft opening Pelabuhan Patimban tahap pertama. “Pemerintah berharap dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban dapat mengefisienkan biaya ekspor produk otomotif Indonesia ke luar negeri, meningkatkan daya saing, menurunkan biaya logistik di Indonesia, serta mendukung kelancaran arus barang yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Seperti kita ketahui, tambah Djoko, pembangunan Pelabuhan Patimban akan dilaksanakan dalam 3 tahap. Pada tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan dapat melayani 3.75 Juta peti kemas (TEUS) dan 600.000 kendaraan bermotor (CBU). Pada tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 Juta TEUS dan pada tahap ketiga akan meningkat hingga 7.5 Juta Teus.

“Semoga kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang yang sudah terjalin selama lebih dari 60 tahun dapat terus berjalan dengan baik. Dan semoga Allah SWT senantiasa memberi kemudahan dalam pelaksanaan proses pembangunan Pelabuhan Patimban hingga selesai nanti,” imbuh Djoko.

Dirjen Hubla, Agus H Purnomo dalam kesempatan itu melaporkan bahwa pelaksanaan penandatanganan kontrak Paket 3 yaitu pembangunan Jembatan Penghubung Pelabuhan Patimban, antara Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dengan WIKA  PP Joint Operation dilaksanakan melalui pendanaan dari Official Development Assistance (ODA Loan) Pemerintah Jepang.

Dalam rangka percepatan penyelenggaraan Pelabuhan Patimban sebagai salah satu proyek strategis nasional, maka Kementerian Perhubungan telah memulai tahapan pembangunan. Kegiatan pembangunan yang masuk kedalam tahap pertama antara lain pembangunan area terminal, pembangunan Breakwater, Seawall, dan Revetment, pembangunan Back Up Area, jalan akses, dan jembatan penghubung.

Diungkapkan, progres pembangunan kontruksi terminal kendaraan dan peti kemas sejak tanggal kontrak 27 Juli 2018 telah mencapai 58,37% per tanggal 26 Januari 2020, pembangunan Breakwater, Seawall dan Revetment sejak tanggal kontrak 30 November 2018 telah mencapai 25, 036 % per tanggal 11 Februari 2020. Sedangkan untuk pembangunan jembatan penghubung sepanjang ± 1 KM akan menjadi akses utama yang menghubungkan kawasan terminal kendaraan dan peti kemas dengan kawasan Back up Area sebagai penunjang pelabuhan.

Menyangkut kegiatan tender pekerjaan jembatan penghubung yang masuk dalam paket 3 ini l, tuturnya, dimulai pada 15 Mei 2019, di mana terdapat 3 penawar yang menyampaikan dokumen penawaran. Setelah dilakukan evaluasi maka pada 10 Desember 2019 ditetapkan pemenang tender oleh Menteri Perhubungan yaitu WIKA- PP Joint Operation.

Disebutkan Dirjen Agus, adapun nilai kontrak Paket 3 adalah sebesar Rp524.140.228.418 yang akan dikerjakan selama lebih kurang 630 hari, dengan ruang lingkup kerja meliputi pembersihan lahan, pembongkaran, penggalian struktur, pengaspalan, struktur beton, pekerjaan pendukung, utilitas dan instalasi pipa air suplai.

“Pelabuhan ini tidak akan terlaksana tanpa adanya dukungan dan sinergi dari berbagai pihak baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan juga dukungan masyarakat sekitar agar proyek nasional ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai target yang telah ditetapkan sehingga pada akhirnya dapat menekan biaya logistik nasional,” tambah Dirjen Agus. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *