Wacana Pemulangan WNI eks ISIS, Pengamat Bilang Hanya Pengalihan Isu

by -
Jerry Massie, pengamat politik.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pengamat politik Jerry Massie menyebut, rencana pemerintah untuk memulangkan 660 warga negara Indonesia (WNI) eks Kombatan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) ke Tanah Air, merupakan pengalihan isu semata.

“Itu hanya pengalihan isu. Karena rencana ini tak mendesak dan pernah diutarakan beberapa waktu sebelumnya,” Jerry kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/2/2020), menanggapi polemik pemulangan WNI eks Kombatan ISIS oleh pemerintah tersebut.

Untuk itu, Jerry mengingatkan banyaknya persoalan penting yang luput dari perhatian karena munculnya isu pemulangan kombatan ISIS. Seperti permasalahan korupsi dan kesehjateraan.

“Pemerintah harus ambil sikap menolak. Saya curiga ini merupakan pengalihan isu Harun Masiku dan virus corona. Kasus lain seperti Jiwasraya dan ASABRI jangan ditutupi dengan pemulangan eks-ISIS ini,” ujarnya.

Bahkan dirinya melihat kalau rencana itu adalah tindakan yang gegabah, terlebih ratusan WNI tersebut sudah melepas kewarganegaraannya dengan membakar paspornya. Dia mencontohkan, dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan sudah jelas mengatur bahwa apabila seseorang berperang dan menjadi tentara asing, maka yang bersangkutan hilang kewarganegaraannya.

“Apalagi, mereka telah membakar paspornya. Lebih baik yang diperhatikan nasib tenaga kerja Indonesia di luar negeri, anak-anak terlantar, yatim piatu dan orang tua jompo ketimbang memulangkan kelompok ISIS ini,” kata Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sampai saat ini menyatakan masih memperhitungkan plus minus terkait dengan wacana pemulangan WNI mantan ISIS dari Timur Tengah. Jokowi menyebut perlu menggelar rapat terbatas yang khusus membahas rencana tersebut. Menurut Presiden Jokowi, semua yang terkait hal itu harus melalui perhitungan atau kalkulasi yang detail. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *