Habib Aboebakar: Tak Boleh Ada Kekerasan Lagi Terhadap Jurnalis

by -
Anggota Komisi III DPR RI dari F-PKS, Habib Aboeakar Alhabsyi. (Foto: Kds)

BERITABUANA.CO, BARITO KUALA – Perlindungan hukum untuk jurnalis menjadi salah satu pembahasan yang disampakan Anggota Fraksi PKS MPR RI, Aboebakar Alhabsyi dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Senin (10/2/2020).

Habib Aboebakar, demikian Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) itu akrab disapa, menyampaikan ini karena masih banyak problem kekerasan dan kriminalisasi yang dialami oleh jurnalis di Indonesia.

“Hal ini tidak boleh terulang lagi,” uangkap Anggota Komisi III DPR RI tersebut.

Habib Aboebakar kemudian menyitir data Aliansi Jurnalis Independen yang mencatat terdapat 53 kekerasan terhadap jurnalis di berbagai daerah sepanjang 2019. Kasus kekerasan masih didominasi oleh kekerasan fisik sebanyak 20 kasus.

Setelah itu diikuti oleh perusakan alat atau data hasil liputan 14 kasus, ancaman kekerasan atau teror 6 kasus, pemidanaan atau kriminalisasi 5kasus, dan pelarangan liputan 4 kasus.

“Seharusnya jurnalis tidak boleh mendapat perlakukan kekerasan dan dikriminalisasi lantaran telah dilindungi oleh Konstitusi yaitu pasal 28 F UUD 1945,” terangnya.

Habib Aboebakar menjelaskan bahwa tugas-tugas jurnalis adalah mengimplementasikan pasal 28 F UUD 1945, karenanya mereka mendapat perlindungan secara konstitusi.

Dalam penjelasannya ia menyampaikan bahwa ketentuan dalam UUD tersebut diperkuat dengan UU No. 40 tahun 1999 mengenai Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers.

“Ini semua seharusnya menjadi instrumen perlindungan hukum untuk jurnalis. Aparat penegak hukum seharusnya memberikan perlindungan secara maksimal untuk mereka,” terang anggota MPR RI wakil dari Dapil Kalsel 1 tersebut.

Menyinggung pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, yang baru saja dilaksanakan di Kalimantan Selatan, Habib Aboebakar mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap kerja jurnalistik.

“Melalui momen hari pers nasional ini seharusnya pers kita harus benar-benar merdeka dan perlindungan hukum untuk jurnalis harus dikedepankan. Para jurnalis harus merasa nyaman dan aman dalam menjalankan tugasnya, sehingga pers kita akan semakin baik,” pungkasnya. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *