Soal WNI eks ISIS, Fahri Minta Pemerintah Harus Perhatikan Nasib Mereka, Khususnya Anak-Anak

by -
Waketum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah.

BERITABUANA.CO, JAKARTA  Mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2018, Fahri Hamzah meminta pemerintah memulangkan 660 warga negara Indonesia (WNI) eks kombatan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS). Mereka menjalani proses hukum sebelum dikembalikan status kewarganegaraannya. 

“Mau dia narkoba, teroris, koruptor. Setelah dia dihukum dia tetap harus kembali sebagai WNI,” kata Fahri usai mengikuti tahlilan di rumah Gus Sholah di Jalan Tendean nomor 2C, Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia itu mengungkapkan, di antara WNI eks ISIS, terdapat anak-anak dan perempuan. Untuk itu, pemerintah diminta memperhatikan nasib mereka.

“Negara wajib melindungi tumpah darah Indonesia. Nah itu tak boleh kita lupakan,” ungkap dia.

Selain itu, 660 WNI eks ISIS itu terancam tidak memiliki kewarganegaraan jika tidak dikembalikan. Maka pemulangan harus dilakukan.

“Maka kearifannya kita berpegang kepada pembukaan UUD. Kalau mau dihukum dulu, hukum saja. Tapi dia bagian dari warga negara,” ujar dia.

Ada sekitar 660 WNI eks ISIS di luar negeri. Rinciannya, 47 berstatus tahanan dan sebagian besar dari 553 WNI berada di kamp di pengungsian.

Rencananya mereka akan dideportasi ke Indonesia. Pemulangan mereka menuai polemik, sebab ditakutkan akan membawa ajaran radikalisme itu ke Indonesia. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *