Membumikan Empat Konsensus Kebangsaan untuk Pemuda

by -
Wakil Ketua MPR RI, Lestari saat sosialisasikan Empat Konsensus Kebangsaan bersama 200 anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan workshop.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menggelar sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan bersama 200 anggota
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan workshop.

“Sosialisasi kami lakukan dengan pendekatan baru yaitu sistem berpikir. Jadi tidak satu arah, melainkan dua arah, melalui tukar pikiran, melalui diskusi kelompok,” ungkap Lestari yang di jajaran pimpinan MPR membidangi Penyerapan Aspirasi Masyarakat.

Sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan merupakan permintaan
dari para mahasiswa yang tergabung dalam PMII. Karena audiensnya dari kalangan muda, tentu caranya dia sesuaikan dengan karakter anak muda.

“Jadi metode sosialisasi yang
digunakan sama sekali jauh dari cara-cara doktrinasi,” kata Lestari
Moerdijat yang akrab disapa Rerie.

Menurut Rerie, tugas menyosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI merupakan salah satu
tugas anggota MPR.

“Jadi, dalam workshop ini empat konsensus kebangsaan itu dipahami melalui sistem berpikir adik-adik
mahasiswa yang saya percaya berpikiran terbuka dan
argumentatif,” jelas Rerie.

Dengan pendekatan metode ini, menurut politisi Partai NasDem ini, diharapkan target 129 juta pemuda memahami dan mempraktekkan nilai-nilai Pancasila bisa tercapai.

“Tentunya upaya itu harus juga melibatkan banyak pihak tidak hanya anggota MPR, juga pemerintah dan masyarakat untuk membumikan apa-apa yang terkandung dalam empat konsensus kebangsaan.”

Pada 5 Februari lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang baru Yudian Wahyudi
segera bekerja cepat mengimplementasikan program pembinaan Pancasila. Presiden berpesan agar kerja-kerja membumikan Pancasila digencarkan khususnya di kalangan muda atau generasi milenial.

“Upaya membumikan Pancasila harus lebih cepat, tetapi yang terpenting memang targetnya yang sudah sering saya sampaikan yakni kira-kira 129 juta orang yang itu adalah anak-anak muda yang memerlukan injeksi tentang nilai Pancasila dalam keseharian,” ucap
Jokowi usai acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta.

Selain dirinya, nara sumber yang dilibatkan dalam workshop ini antara lain Dr Suyoto, mantan Bupati Bojonegoro yang saat ini menjabat Ketua Koordinator bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis Partai NasDem. Selain itu Ahmad Baedowi, MEd, Ketua
bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik DPP Nasdem. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *