Sejarah E-TLE, dan Mulai 1 Februari 2020 ETLE Menindak Pelanggar Sepeda Motor

by -
Kasubdit Gakum Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar

ELECTRONIC Traffic Law Enforcement, ETLE adalah suatu sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas yang berbasis teknologi informasi dengan menggunakan perangkat elektronik berupa kamera yang dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas dan menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis berbasis Automatic Number Plate Recognition (ANPR).

ETLE dikalangan masyarakat luas lebih dikenal dengan nama e-tilang atau tilang elektronik ini secara resmi diluncurkan pada tanggal 25 Nopember 2018 oleh Ditlantas Polda Metro Jaya pada suatu acara peresmian yang saat itu dihadiri oleh Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dan Menpan RB Komjen Pol (Pur) Syafruddin di Bundaran HI.

Kehadiran ETLE di Indonesia berawal dari ide dan gagasan serta diprakarsai oleh Bapak Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang saat itu beliau menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf dengan beberapa latar belakang yaitu adanya permasalahan lalu lintas dengan masih tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, arah bijak Polri dengan misinya memberikan pelayanan yang mudah kepada masyarakat berbasis teknologi informasi serta perkembangan lingkungan strategis dengan adanya revolusi industri 4.0 dan public wants dan public interest yang menginginkan pelayanan Polri yang mudah dan birokrasi sederhana.

Saat itu Ditlantas Polda Metro Jaya baru memiliki dua kamera dengan jenis e-police yang dapat mendeteksi pelanggaran marka dan traffic Light saja , dan dua kamera tersebut ditempatkan di persimpangan Bundaran Patung Kuda dan Sarinah Thamrin.Dari hasil evaluasi saat itu, penindakan pelanggaran dengan ETLE dapat menurunkan jumlah pelanggaran lalu lintas sebesar 44,2 % , oleh karena itu Ditlantas PMJ menilai ETLE sangat efektif dan efisien dalam penegakan hukum lalu lintas sehingga perlu lebih dikembangkan lagi. Selain itu ETLE memiliki manfaat yaitu; memberikan kepastian hukum, mendukung Smart City, membantu pemerintah meningkatkan PAD dari BBN-KB, mendukung program pemerintah, dan terutama meningkatkan budaya tertib berlalu lintas.

Kemudian pada bulan Juli 2019, kapasitas ETLE mulai dikembangkan lagi dengan menambah kapasitas kamera untuk mendeteksi beberapa pelanggaran lainnya misalkan; safety belt-use (penggunaan sabuk keselamatan) , distraction (penggunaan handphone saat mengemudi) dan odd and even limit (pelanggaran ganjil – genap) dengan menggunakan jenis kamera baru yaitu check point.

Untuk melengkapi kesiapan pengembangan ETLE, beberapa Personel Ditlantas PMJ dikirim untuk mengikuti studi banding ke beberapa negara yang telah mengimplementasikan ETLE antara lain; Republik Rakyat Tiongkok, Republik Georgia dan Belanda. Rombongan studi banding tersebut langsung di pimpin oleh Dirlantas PMJ Kombes Pol Yusuf dan Wadirlantas PMJ yang saat itu dijabat oleh AKBP I Made Agus Prasatya.

Dengan berbekal pengetahuan yang sudah diperoleh dari beberapa Negara tersebut , Ditlantas Polda Metro Jaya terus mengembangkan ETLE dengan menambah 10 (sepuluh) kamera untuk mendukung terimplementasinya Intelligent Traffic Solution (ITS) yang terdiri dari beberapa subsistem yaitu Traffic Enforcement Management, Traffic Order Management, Highway and Busway Management dan Traffic Analysis.

Pada tanggal 5 Desember 2019 atas prakarsa Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan Dirlantas PMJ Kombes Pol Yusuf, maka Program Pengembangan ETLE mulai diperkenalkan dengan penambahan fitur traffic arming system untuk mendeteksi Ranmor bodong dan penambahan 45 kamera yang merupakan hibah kamera dari Pemprov DKI Jakarta.

Mulai 1 Februari 2020 Ditlantas Polda Metro Jaya akan menerapkan ETLE untuk mendeteksi pengendara sepeda motor yang melanggar marka dan tidak menggunakan helm.

Dengan hasil karya ini Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf, mendapatkan apresiasi dari Bapak Kapolri dan beliau menerima penghargaan berupa Pin Emas Kapolri yang disematkan pada acara Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64 Tahun 2019.

Dengan proses perjalanan ETLE hingga saat ini maka dapat diketahui bahwa sejarah lahirnya ETLE di Indonesia tercatat sejak diresmikannya ETLE Ditlantas Polda Metro Jaya pada tanggal 25 Nopember 2018. Ealaupun proses perjalanannya tidak mudah namun ETLE banyak memberikan manfaat dan hingga saat ini ETLE sudah mulai dikembangkan di beberapa daerah seperti Surabaya, Semarang dan lainnya. ****

Jaya Polri, Jaya Polantas dan Jaya ETLE Indonesia !!!A

*AKBP Fahri Siregar* (Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *