Panembahan Reso Tampil Apik Setelah 34 tahun

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Setelah 34 tahun lalu drama ini dipentaskan di Senayan kali ini
Panembahan Reso kembali dipentaskan pada Sabtu Dan minggu 25 dan 26 Januari 2020 di Teater Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan selama tiga jam, pukul 19.30 sampai 22.30 WIB

Walaupun Panembahan Reso yang di tulis naskahnya oleh WS Rendra dan dipentaskan selama kurang lebih 6 jam, maka pentas kali ini berdurasi sekitar 3 jam. Naskah Panembahan Reso yang pada intinya berbicara tentang konflik kekuasaan dan suksesi berdarah di sebuah kraton

Biar demikian tidak ada sesuatu yang di hilangkan atau dikorbankan, misalnya tidak ada tokoh di naskah asli yang dihilangkan. Tidak ada konflik-konflik yang dilenyapkan ungkap sutradara Hanindawan.

Panembahan Reso disutradarai oleh Hanidawan dan diproduseri oleh Auri Jaya, Seno Joko Suyono, dan Imran Hasibuan. Sejumlah aktor dan seniman teater dari Jakarta, Yogyakarta dan Lampung, seperti Whani Darmawan, Sha Ine Febriyanti, Jamaludin Latif, Ruth Marini, Rudolf Puspa, dan ada pula Maryam Supraba yang merupakan putri Rendra.

Panembahan Reso adalah drama kata. Seluruh naskah ini bertumpu pada dialog-dialog dan solilokui-solilokui. Panembahan Reso dibuka dengan monolog tokoh utama Panji Reso dan berakhir dengan kematian tokoh utama Panembahan Reso.

Panembahan Reso bercerita tentang Raja Tua yang tidak memiliki permaisuri utama tapi memiliki tiga selir (garwa ampil): Ratu Dara, Ratu Padmi dan Ratu Kenari. Tiap selir memiliki anak-anak sendiri. Antar selir dan anak itu saling berkompetisi menggantikan ayahnya. Panji Reso memanfaatkan konflik antar selir dan anak Raja Tua untuk kepentingannya sendiri.

Agar pertunjukan ini tidak semata-mata menjadi drama kata, tapi melibatkan Koreografi di tangani secara apik oleh Hartati, penata tari yang mendalami silat. Sedangkan untuk musik akan digarap oleh Dedek Wahyudi yang pernah menangani pementasan Bengkel Teater: Perjuangan Suku Naga.

Sedangkan tata kostum digarap Retno Ratih Damayanti yang biasa menangani film kolosal Hanung Bramantyo dan Garin Nugroho. Adapun artistik panggung dikoordinasi oleh Sugeng Yeah dari Solo. (Savor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *