Kasus Harun Masiku Tidak Berefek ke PDI Perjuangan

by -
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin. (Foto : Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kasus eks caleg PDI Perjuangan yang diburu KPK, Harun Masiku yang diduga sebagai penyuap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan terkait tidak recana pergatian antar waktu (PAW) anggota DPR RI 2014-2024, tidak akan berpengaruh terhadap partai berlambang kepala banteng ini.

Keyakinan ini disampaikan Dosen sekaligus pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Ujang Komarudin kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Ujang menilai keterlibatan elit partainya akan terputus hanya di Harun Masiku, dan tidak sampai merembet ke para elit PDIP itu. Terlebih karena masyarakat kita sudah permisif terhadap pemberantasan korupsi.

“Bolah dibilng eksistensi PDI Perjuangan diibaratkan seperti Partai Golkar yang dulu pernah kena badai sebelum pemilihan umum presiden. Dimana ketika itu, Partai Golkar dengan ketua umumnya Setya Novanto dan Sekjennya Idrus Marham, sampai masuk penjara karena kasus korupsi,” katanya.

Namun nyatanya, sebut akademisi peraih Jakarta Youth Award 2019 ini, raihan suara Golkar masih tinggi. Masih menjadi pemenang ketiga secara nasional, dan pemenang kedua dalam perolehan kursi di DPR RI.

Kembali ke PDI Perjuangan, Ujang menyatakan, kasus dugaan korupsi Wahyu Setiawan itu hanya mencoreng wajah partai saja. Disebutkan, kasus ini tak akan terlalu berpengaruh dengan elektabilitasnya.

“Kecuali elitenya kena KPK. Itu baru sedikit berdampak,” tambah Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini.

Karena itu, lanjut Ujang, sepertinya elite PDI Perjuangan akan aman, karena kelanjutannya akan terputus di Harun Masiku. Bahkan elektabilitas PDI Perjuangan ke depan masih tergantung dinamika politik yang akan ada hingga pemilu berikutnya.

“Mengapa? Karena soal meraih suara banyak atau tidak tergantung pada banyak faktor. Tapi kan basis pendukung PDI Perjuangan masih kuat di masyarakat. Megawati Soekarnoputri masih banyak pendukungnya,” demikian disebutkan Ujang Komrudin. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *