Dokter WNA Praktek Tanpa Ijin Kerja, Dirjen Imigrasi: Langgar Pasal 122 UU No.6 Tahun 2011

by -
Dirjen Imigrasi Rony Sompie

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Terkait tim Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang menangkap dokter L warga  asal China praktek tanpa ijin kerja dan menggunakan obat tanpa ijin BPOM di daerah Sunter, Jakarta Utara, pada 13 Januari 2020, pihak Imigrasi akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya.

Dokter WNA asal China ahli THT specialis Sinus tersebut, sudah praktek selama 9 bulan di Indonesia dengan, hanya menggunakan visa wisata.

Dirjen Imigrasi Rony Sompie menyampaikan pihak Imigrasi akan berkoordinasi berkaitan penanganan kasus ini sesuai UU No.6 tahun 2011, yaitu pasal 122 kalau yang bersangkutan melakukan penyalahgunaan izin tinggal.

“Sesuai pasal 122 ayat (a) setiap Orang Asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian Izin Tinggal yang diberikan kepadanya, dan ayat (b) setiap orang yang menyuruh atau memberikan kesempatan kepada Orang Asing menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud atau tujuan pemberian Izin Tinggal yang diberikan kepadanya. Dapat dipidana paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta,” terangnya.

Lanjut Rony, tindakan Administrasi Keimigrasian yg didalamnya ada kegiatan deportasi, dapat dilakukan setelah Penyidik Polri yg sedang memproses kasus ini secara maksimal selesai.

“Apakah sampai di sidang di pengadilan atau tidak? Kalau di sidang, bagaimana putusan dan eksekusinya. Setelah menjalankan eksekusi, baru diserahkan ke Ditjen Imigrasi untuk dilakukan tindakan administrasi keimigrasian,” paparnya.

Kasus ini terungkap dengan cara petugas melakukan undercover, mencoba menjadi pasien untuk memastikan adanya dokter asing yang melakukan praktek di Indonesia tanpa disertai dokumen perijinan.

Dokter L dikenakan pasal 78 jo pasal 73 ayat (2) dan atau pasal 77 jo pasal 73 ayat (1) dan atau pasal 76 jo pasal 36 jo pasal 75 ayat (3) jo pasal 32 ayat (1) UU No.29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran. (Min)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *