Jaksa Agung : Kerugian Korupsi PT Asuransi Jiwasraya Belum Ada Hasil Audit BPK

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan, adanya kerugian negara kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya tidak perlu menunggu perhitungan dari BPK namun melalui pernyataan saja sudah cukup.

“Perhitungan negara kan lagi dihitung, tapi ada pernyataan saja dari BPK bahwa itu adalah kegurian negara,” katanya kepada wartawan, di Kejaksaan Agung, Selasa (21/01/2020).

Saat ditanya wartawan apakah kejaksaan sudah menerima adanya kerugian negara dari BPK, ia berkelit bahwa itu sudah dikatakan di koran-koran. “Di koran-koran sudah bilang (begitu-red),” tandasnya.

Kejaksaan juga tidak khawatir bilamana menghadapi praperadilan dari tersangka perkara itu “Gak apa-apa dipraperadilankan, kita lawan kok,” katanya.

Kejagung telah menetapkan lima tersangka dalam perkara itu. Kelimanya adalah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan.

Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) perkara dugaan korupsi itu, yakni, Nomor: PRINT – 33/F.2/Fd.2/12/ 2019 tertanggal 17 Desember 2019.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

Dari jumlah tersebut, 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Selain itu, penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp14,9 triliun dari aset finansial. Dari jumlah tersebut, 2 persennya dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja baik. Sementara 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk. Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *