Halo Harun Masiku, Dimanakah Kau Berada ?

by -
Harun Masiku, politisi PDI Perjuangan.

Oleh: Andoes Simbolon

Andoes Simbolon. (Ist)

NAMA Harun Masiku masih menjadi pembicaraan yang hangat di media sosial (medsos). Keberadaannya hingga saat ini belum diketahui. Komisi anti rasuah kehilangan jejak sejak dia ditetapkan sebagai tersangka, sepekan silam menyusul ditangkapnya Komisioner KPU Wahyu Setiawan. KPK sudah meminta interpol untuk mencari Harun. Kabarnya, dia sudah berada di negara tetangga Singapura.

Siapa Harun Masuki ?

Ini lah pertanyaan yang sering terlontar setelah terbongkar persekongkolan sekelompok orang terkait pergantian anggota DPR dari PDI Perjuangan daerah pemilihan Sumatera Selatan (Sumsel) I yang meninggal dunia Nazarudin Kiemas.

Hebat benar dia? Pertanyaan selanjutnya, bagi mereka yang keheranan atas sikap DPP PDI Perjuangan karena masih berupaya mengusulkan Harun sebagai pengganti almarhum. Dua pertanyaan diatas masuk akal setelah mengetahui kronologis dugaan suap komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Pada pileg 2019 lalu, PDI Perjuangan meraih 1 kursi untuk DPR RI dari dapil Sumsel I. Peraihnya adalah Nazarudin Kiemas caleg nomor urut 1 yang menyabet 145.752 suara. Peraih suara terbanyak kedua adalah caleg Riezky Aprilia meraih 44.402 suara, disusul Darmadi Jufri 26.103 suara, kemudian Doddy Julianto Siahaan meraih 19.776 suara dan terakhir adalah caleg Harun Masuki yang meraih 5.878 suara. Begitu perolehan suara caleg DPR RI PDI Perjuangan dapil Sumsel 1.

Nah, namanya KPU, kan bekerja sesuai ketentuan perundangan. Lembaga ini pun kemudian mengetok palu mensahkan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR pengganti Nazaruddin Kiemas. Pasalnya, Riezky adalah peraih suara terbanyak ke 2. Sampai disitu kan tidak ada masalah, lancar lancar saja hingga Riezky ikut dilantik sebagai anggota DPR 1 Oktober 2019 periode 2019-2024.

Ternyata, masalah kemudian muncul karena ada keinginan dari DPP PDI Perjuangan mengusulkan Harun Masuki pengganti Nazaruddin Kiemas. Ini didasarkan pada keputusan MA yang sebelumnya mereka ajukan gugatan. DPP partai lah yang menentukan calon anggota DPR pengganti tersebut.

Tetapi, kenapa mesti Harun Masuki? Kalaupun Riezky ingin diganti, kan masih ada calegnya peraih suara terbanyak ketiga atau keempat? Seperti disebut diatas, suara yang diraih oleh Harun Masuki hanya 5.000 an. Sepertinya, pengajuan pengganti Nazaruddin Kiemas oleh PDI Perjuangan bukan lagi soal urutan peraih suara terbanyak, tetapi ada alasan atau pertimbangan lain yang dianggap lebih penting. Masalah ini hanya DPP PDI Perjuangan lah yang bisa menjawabnya.

Tetapi, jika mencermati perkembangan kasus ini, Harun Masuki sebelumnya disebut bahagian dari Partai Demokrat. Karena pada pileg 2014 dia masih tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg) partai ini. Lihat saja foto Harun Masuki yang sudah beredar luas, dia masih mengenakan pakaian berwarna biru dengan logo Partai Demokrat. Agak aneh, karena foto yang dipublikasikan, Harun tidak mengenakan pakaian beratribut PDI Perjuangan.

Dapat dipastikan, kasus ini terus berproses, KPK masih bekerja mengusut asal usul uang sebesar Rp 600 juta yang diberikan ke Wahyu Setiawan melalui Agustiani Tio Fridelina. KPK akan mencecar Saeful Bahri, sebagai tersangka yang sempat melontarkan nama Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Kemudian, kasus ini pun telah menyeret nama PDI Perjuangan dan membuat elit politiknya kegerahan karena mendapat serangan dari pihak tertentu. Kita belum tahu, apakah ada agenda terselubung dibalik peristiwa penangkapan komisiner KPU Wahyu Setiawan ini? Biar lah KPK yang mengusut dan nanti di persidangan, jaksa dan hakim lah yang menguraikan fakta-faktanya. Ada atau tidak ada Harun Masuki, KPK tetap melanjutkan menjalankan tugasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *