LPG Desa Wangunjaya-Cugenang Potensi Hutan Serbaguna, Tapi Belum Tertata

by -
LEMBAH Pasir Gagaklumayung (LPG), di wilayah Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang mempunyai potensi hutan serbaguna dan Destinasi wisata alam, namun belum tertata baik

LEMBAH Pasir Gagaklumayung (LPG), di wilayah Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang dikabarkan mempunyai potensi hutan serbaguna dan Destinasi wisata alam. Keberadaannya kini tengah ditata untuk dijadikan Ruang Terbuka Serbaguna (RTS). Di sisi lain, obyek itu setiap hari liburnya selalu dikunjungi kaula muda. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Wangunjaya, Misbahudin.

Menurut Misbahudin, penataan LPG merupakan program pusat yang bekerjasama dengan daerah dalam kelola tata kota. Cianjur, salah satu masuk dalam katagori Desa Wangunjaya-Cugenang.

Untuk mendukung program RTS-LPG, lahan yang digunakan seluas 15 Ha, terdiri dari 10 Ha milik tanah desa dan 5 Ha tanah perhutani.

“Penyediaan lahan tersebut telah dikunjungi Menteri Lingkungan Hidup pada Oktober 2018 lalu,” ujar Misbahudin, Kades Wangunjaya.

Dijelaskannya, program tersebut secara tidak langsung untuk melestarikan lingkungan hidup. Selain itu, RTS-LPG diharapkan kedepannya sebagai tujuan Wana Wisata dan Agro Wisata.

Di lahan Perhutani terdapat hutan pinus, area Campingground, Curug Lame, Situs batu tapak dan batu mirip “kasur” sebagai pelengkap obyek wisata.

Sedangkan di atas tanah desa seluas 10 Ha diprogramkan untuk Agro wisata pertanian jenis buah-buahan.

“Kedepannya, diharapkan pula potensi membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian rakyat,” harap Misbahudin.

Tambah Misbahudin, dalam perencanaan program RTS-LPG, bantuan pengembangan untuk lokasi tersebut sebagian besar berasal dari APBN melalui Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), sebagai leading sektornya.

“Dalam perencanaan, tahap pembangunan di tahun 2019, jika hal segalanya lancar, target 2020 sudah rampung,” ungkap Misbahudin.

Oleh karena itu, kelompok Tani Hutan (KTH), Tapos Makmur, sebagai leading sektor Desa Wangunjaya belakangan ini berinisiatif menatanya. Walaupun sampai kini belum ada tanda-tanda pencairan dana bantuan dari pusat.

Sementara donasi yang telah keterima berupa bibit tanaman jenis buah-buahan, diberikan Balai Penanggulangan Daerah Aliran Sungai (Bapedas) Citarum-Ciliwung Bogor sekitar 4000 bibit. Pada November 2019 donasi untuk penyulamannya sekitar 800 bibit. Dan dari Dinas Pertanian Kab.Cianjur mendonasikan berupa Embung.

“Bibit tanaman itu telah ditanam oleh anggota KTH Tapos Makmur, saat ini tanaman yang tumbuh dan berbuah, baru 5 persen,” imbuhnya

Sementara, lahan untuk sarana wana wisata alam yang berada di atas tanah perhutani, seluas 2,5 Ha sudah bisa dikunjungi umum. fasilitas umum yang tersedia baru Pipanisasi air bersih.

“Properti lain masih seadanya dan MCK akan yang representatif dalam waktu dekat akan dibangun dekat area campingground,” kata Kades Wangunjaya.

Terkait program kelola tata RTS- LPG di wilayah Desa Wangunjaya, Camat Cugenang dan Sekwil beserta staf juga Kades setempat sempat mengunjunginya. Mereka meluangkan waktu untuk jogging.

Camat Cugenang, Komariah, diminta komentarnya, mengatakan, bahwa potensi itu kalau ada sentuhan penataan apalagi ada investor atau kerjasama dengan pihak lain, tentu kedepannya bakal cepat terwujud destinasi wisata alam.

“Itu tempatnya sangat indah , tapi penataan belum,” ujar Camat.

Meski demikian, dari pantauan Camat di lapangan, sekarang itu sudah ada kisaran 200 orang yang berkunjung ke RTS-LPG setiap sabtu dan minggunya. (YS)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *