Bongkar Mega Skandal Jiwasraya, Habib Aboebakar: Kejakgung Harus Berani

by -
Anggota Komisi III DPR RI dari F-PKS, Habib Aboeakar Alhabsyi. (Foto: Kds)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboebakar Alhabsyi berharap jajaran Kejaksaan Agung (Kejakgung), diberi keberanian untuk membuka secara transparan, apa pun yang terjadi dan kemana saja alur keuangan Jiwasraya itu berjalan dan bergerak bisa dibuka secara tuntas dan jelas.

“Dan ini tidak boleh ada tekanan apa pun maupun ketakutan dari siapa pun. Ini yang kita harapkan dari Kejaksaan Agung,” kata Aboebakar kepada wartawan sebelum mengikuti rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin beserta jajarannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Apalagi, sebut Ketua Mahkaman Kehornatan Dewan (MKD) itu, jajaran Kejakgung telah menetapkan 5 orang tersangka atas kasus gagal bayar dana nasabah Jiwasraya tersebut. Namun menurutnya, bukan saja penetapan tersangka yang penting, tetapi yang lebih utama memastikan pengembalian dana nasabah Jiwasraya dengan penanganan kasus ini.

“Kalau yang dilakukan Kejaksaan merupakan langkah amanah yang diberikan, sebab KPK dan Polisi tidak mengambilnya. Kejaksaan pasti mengambilnya, itu merupakan kebijakan hukum dan politik, jadi silahkan Kejaksaan melanjutkan dan kita berharap akan berjalan baik,” kata Habib Aboebakar, demikian sapaan akrab politisi dari F-PKS itu.

Terkait dengan sikap fraksinya, Habib Aboebakar mengatakan kalau fraksi sesuai dengan sikapnya, yakni tetap menginginkan pembentukan panitia khusus (Pansus) Jiwasraya.

“Apapun yang terjadi, kita (F-PKS) akan berjuang semalsimal mungkin, dengan jumlah yang ada. Kita juga akan road show ke fraksi-fraksi yang ada di DPR ini, apakah NasDem, Gerindra, PAN dan Demokrat. Kita coba dulu menggalang dukungan. Ada pun keberhasilan, itu urusan politik,” tegasnya.

Ketua DPP PKS bidang Dakwa Wilayah Kalimantan itu juga menegaskan bahwah fraksinya tidak pernah ikut, apa lagi menyetujui dibentuknya Panja Jiwasraya, sebagaimana kabar yang sempat beredar, khususnya di Komisi VI DPR RI.

“Ndak ada. Itu diglobalisir aja. Yang benar itu, PKS pada keputusannya untuk mendorong pembentukan Pansus Jiwasraya. Intinya, fraksi PKS tetap mengusulkan pembentukan Pansus,” pungkas Habib Aboebakar. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *