Ratusan Buruh KSBSI Tolak Omnibus Law CILAKA, Jika Tak Diikutsertakan dalam Pembahasan

by -
TOLAK OMNIBUS LAW CILAKA: Konvoi ratusan massa buruh yang tergabung dalam Gema Jari KSBSI di depan Istana Negara.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ratusan massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bersama Presidium Serikat Buruh/Serikat Pekerja (SB/SP) melakukan aksi unjuk rasa di Istana Merdeka, di Jalan Medan Merdeka Utara,Jakarta, Rabu (15/1/2020). Aksi yang menamakan dirinya Gerakan Melawan Lima Belas Januari (Gema Jari) KSBSI itu menuntut pemerintah agar dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Onibus Law Cipta Lapangan Kerja yang mereka singkat ‘CILAKA’ diikutsertakan.

Konvoi massa Gema Jari KSBSI itu dimulai dari Patung Arjuna Wiwaha di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta sekitar pukul 10.30 WIB, menuju Istana Negara. Dalam aksinya, mereka menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja yang digagas oleh pemerintah, sambil membentangkan spanduk berlatar hitam yang bertuliskan “Tolak Omnibus Law Yang Merugikan Buruh”.

Dalam orasinya Elly Rosita selaku Presiden KSBSI mengatakan bahwa aksi yang dilakukan adalah suara buruh yang mayoritas buruh menolak Omnibus Law ini. Kendati demikian KSBSI, lanjutnya tidak dalam rangka menolak, tapi bagaimana bisa diikutsertakan saat pebahasan.

“Jika kami ada di dalamnya (pembahasan RUU Cilaka), kami akan tahu mana yang baik dan mana yang tidak menguntungkan kami,” kata Elly seraya menambahkan bahwa hubungan dua pihak terkait pekerjaan harus merupakan PKWT & PKWTT, karena banyaknya investasi yang masuk, tapi akhirnya tidak menimbukan hubungan kerja.

Apalagi, lanjut Elly, upah tidak diperkenankan dalam sistem perjam karena menghindari semakin kaburnya hubungan kerja yang bersifat formal, sehingga berpotensi menghambat keberlangsungan Program Jaminan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial.

“Seharusnya, RUU CILAKA (cipta lapangan kerja) Omnibus Law itu dapat memastikan terciptanya lapangan pekerjaan yang layak, dan seyogyanya dapat merapihkan perundang-undangan yang tumpang tindih. Bukannya malah menimbulkan masalah baru,” ucapnya.

Maka dari itu, Elly meminta kepada pemerintah dan pengusaha untuk mengajak serikat pekerja bicara dalam pembuatan UU Omnibus Law, apalagi UU yang akan dibuat itu untuk kepentingan bangsa, dan para buruh adalah bagian dari bangsa yang akan ikut menikmati kesejahteraan.

“Kalau misalnya Presiden Jokowi mengatakan ini untuk negara kita bangsa Indonesia, kami ini kan bagian dari bangsa yang akan ikut juga menikmati kesejahteraan. Jangan ketika ketika ada sebuah Undang-Undang yang diatur dan kami tidak diakomodir di dalamnya, mau jadi apa?” tutupnya.

Demo Gema Jari KSBSI ini dikawal puluhan aparat kepolisian yang sudah sejak pagi tadi diterjunkan di depan Istana Negara, dengan menggunakan mobi barikade, dan kawat beduri. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *